Hard NewsHeadline

Sikap Pengurus Masjid dan Ponpes Terhadap TIB

Sikap Pengurus Masjid dan Ponpes Terhadap TIB

Akurasi.id – Sejumlah masjid dan pondok pesantren (ponpes) di Kota Bontang menyatakan penolakan terhadap penyebaran Tabloid Indonesia Barokah (TIB). Pasalnya, tabloid itu diduga memuat pemberitaan tendensius terhadap pasangan Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

Meski TIB belum beredar di Kota Taman, sejumlah pengurus masjid dan ponpes menyatakan sikap penolakan terhadap tabloid yang tidak mencantumkan alamat dan penanggung jawab itu.

Alasannya, pihak masjid dan ponpes tidak ingin dilibatkan dalam pertarungan politik lima tahunan itu. Penolakan demikian ditegaskan Pimpinan Ponpes Subulana Bontang, Ustadz Ahmad Syahrin Thoriq.

Dia menyebut, jika benar tabloid itu tidak memuat sumber, pembuat, serta berisi berita yang menyudutkan capres dan cawapres tertentu, maka secara tegas pihaknya menolak tabloid yang sudah beredar di Jawa Tengah dan Jawa Barat itu.

Menurutnya, masjid tidak boleh menjadi tempat penyebaran agenda politik praktis. Pihaknya hanya memperkenankan masjid digunakan untuk pendidikan dan penyebaran nilai-nilai politik. “Yang pasti aktivitas politik praktis yang tidak boleh di masjid-masjid,” katanya, Jumat (1/2).

Wakil Ketua Takmir Masjid Darussalam, Darwis menegaskan sikap serupa. Dia mengetahui TIB dari sejumlah berita di televisi dan media sosial.

“Sampai saat ini kami belum menerima kiriman tabloid itu. Kalaupun ada pasti akan kami cegah,” beber Darwis.

Ketua Bidang Kepemudaan Yayasan Baiturrahman, Muhammad Taufik mengatakan, pihaknya belum dapat memberikan komentar terkait TIB. Karena belum melihat secara langsung fisik tabloid tersebut.

Namun, jika benar berita-berita yang beredar bahwa tabloid tersebut menyudutkan capres dan cawapres tertentu, pihaknya jelas akan menolaknya. Yayasan tersebut berupaya agar tidak ada kampanye yang berpihak pada salah satu pasangan calon.

“Jemaah Masjid Baiturrahman heterogen. Makanya kami tak ingin ada upaya untuk saling menyudutkan,” ungkap Taufik.

Penyelenggara Syariah Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bontang, Yarkani mengaku belum mendapatkan laporan dari masjid, pesantren, dan masyarakat terkait penyebaran TIB.

Pihaknya belum melakukan upaya pencegahan penyebaran TIB. Karena belum melihat fisik tabloid yang tengah diselidiki aparat kepolisian tersebut.

“Kami belum bisa berikan penilaian. Karena imbauan pun belum kami dapatkan. Baik dari kantor wilayah maupun pusat,” pungkasnya. (*)

Penulis: Yusva Alam
Editor: Ufqil Mubin

0/5 (0 Reviews)
Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar!

avatar
Back to top button
Close
Close