HeadlineLifestyle

Sisi Lain Mahyunadi, Bina The Next Band, Bermain Profesional Tanpa Latihan

sisi lain mahyunadi
Sebagai owner, Mahyunadi saat memperkenalkan the next band ke publik. (Dok The Next Band)

Akurasi.id, Sangatta – “Engkau Datang … Ketika aku jatuh bangun dan jatuh …” Sebait lagu berjudul ‘Sesaat Kau Hadir’ mengalun merdu dari bibir Mahyunadi. Dia teringat pernah menyanyikan lagu untuk sang istri di hadapan umum dihari kelahirannya ke 42 tahun pada 2015 lalu di muka umum. Lagu yang dahulu dipopulerkan Utha Likumahuwa, penyanyi asal Ambon era 80-an itu pernah dia dendangkan diiringi oleh sebuah band asal Kutim. The Next Band namanya.

Nama The Next Band tentunya sudah tidak asing lagi bagi penikmat musik di Kutim. Band di bawah naungan Mahyunadi ini awalnya terbentuk secara unik. Keysi, keponakan Mahyunadi yang juga bergabung dengan The Next Band sebagai vokalis mengunggah video penampilannya di akun laman Facebook. Video yang menunjukkan saat mengikuti festival band dan meraih juara I tingkat provinsi di Kutim pada 2015 itu pun membuat Mahyunadi penasaran. Lalu dia mengundang band tersebut untuk mengisi hari jadinya itu.

“Waktu saya ulang tahun, saya request lagu Sesaat Kau Hadir dari Utha Likumahuwa, dan ternyata mereka bisa,” kenang dia.

Para personil The Next Band tidak asing bagi Mahyunadi. Kata dia, para pemain band tersebut berasal dari orang-orang biasa yang memiliki bakat luar biasa. Di antaranya Budi sebagai drummer, Marlon sebagai gitaris, pemain basis ada Adit Chumink, Holid dan Panjul sebagai pemain keyboard satu dan dua, dan Navi sebagai pemain gendang. Sedangkan vokalisnya kini belum ada personil tetap.

“Ada vokalis tidak permanen yang biasa dipanggil kalau mau tampil. Ada Andri, Acok, dan Melanie,” jelas pria yang hobi bernyanyi ini.

Mahyunadi menyebut, para personilnya ada yang berprofesi sebagai petani, pedagang buah, hingga fotografer. Melihat bakat terpendam mereka, Mahyunadi berinisiatif merangkul para pemuda tersebut dan memfasilitasi kebutuhan band mereka. Tak tanggung-tanggung, dia merogoh kantong hingga Rp 300 juta untuk membeli seluruh alat band dan peralatan band system.

“Personil The Next Band merupakan kumpulan orang biasa yang berbakat. Yang penting ada keseriusan, jika dibina pasti akan jadi” terangnya.

Meski sibuk dengan aktivitas masing-masing, saat ada jadwal manggung para personil The Next Band ini hanya berkoordinasi lewat WhatsApp. Lagu-lagu yang akan dibawakan mereka diskusikan melalui grup chat.

“Ketika akan tampil di panggung, mereka tidak latihan karena sudah profesional,” ujarnya.

sisi lain mahyunadi

 The next band tampil memukau saat pesta rakyat HUT Kutim ke-19. (Dok The Next Band)

Tak hanya fokus pada dunia musik, para personil The Next Band ini juga memiliki kesibukan lain. Misalnya, Ale, mantan vokalis yang kini menjadi desainer grafis dan memiliki usaha percetakan spanduk dan baliho. Diakui Mahyunadi, bahkan ada beberapa pemainnya yang berhasil membeli rumah dan kendaraan dari hasil jerih payah bermain band.

“Hampir semua orang-orang di lingkungan saya hidupnya maju. Karena saya suka mengembangkan bakat orang lain,” paparnya.

Gitaris The Next Band, Marlon menuturkan, grup musiknya sudah tidak hanya bermain di panggung lokal saja di Sangatta. Mereka sudah sering tampil ke luar daerah. Seperti Samarinda, Balikpapan,

Hingga ke Wahau. Event yang diikuti band bergenre all round ini pun beragam, salah satunya saat HUT Kodam.

“Kami band entertainment untuk mengiringi artis saat event besar.  Genre pop, dangdut, keroncong, rock, dan sebagainya bisa kami bawa,” bebernya.

Sebagai band pengiring artis, Marlon menyebut sudah banyak artis ibu kota yang tampil bersama The Next Band. Di antaranya Boomerang, Duo Gobas, Duo Serigala, Trio Macan, Pasha Ungu, Firman Kehilangan, Sandra Idol, artis-artis KDI, hingga D’academi dan LIDA Indosiar. Dalam sebulan, paling sedikit The Next Band menerima tawaran manggung sebanyak 4 kali. Sedangkan paling banyak lebih dari 10 kali.

“Kesulitannya ketika dikasih list lagu sama artis, pas di tengah perform minta ganti lagu, jadi butuh persiapan. Tapi kendala itu bisa terhandel, karena sudah berpengalaman,” aku Marlon.

Iklan mahyunadi lagi

Pendapatan yang diperoleh sekali manggung, diakui Marlon setiap daerah beragam. Paling sedikit setiap pemain memperoleh Rp 500 ribu. Sedangkan paling banyak saat tampil di Wahau mereka masing-masing memperoleh Rp 3 juta hanya untuk menampilkan aksi panggung semalam.

“Sekali manggung bisa 10 lagu yang dibawakan saat perform. Kadang sampai 20 lagu, tergantung banyaknya artis yang diiringi. Setiap artis bisa sampai 4 lagu dengan genre berbeda-beda,” ungkapnya. (*)

Editor: Yusuf Arafah

5/5 (3 Reviews)

Tags

Tinggalkan Komentar!

avatar

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close