HeadlineIsu Terkini

Sisik Reptil Ditemukan Ditubuh Jenazah Balita Tanpa Kepala, Kematian Diduga Terhanyut Banjir dan Dimangsa Binatang

Sisik Reptil
Kombes Pol Arif Budiman saat kembali menelusuri titik penemuan jenazah balita tanpa kepala yang diduga adalah Yusuf. (Muhammad Upi/Akurasi.id)

Akurasi.id, Samarinda – Meski alat bukti begitu minim dan keterangan saksi yang juga tak mencukupi, namun perlahan-lahan, kepolisian terus mengungkap fakta temuan mereka, terhadap jenazah balita berusia 4 tahun yang diduga merupakan Ahmad Yusuf Ghazali.

Dua hari sudah berlalu, sejak warga di kawasan Jalan Antasari II, Gang 3, RT 30 digegerkan dengan penemuan balita yang tak lagi utuh di aliran drainase besar eks anak sungai karang asam. Selasa (10/12/19) sekitar pukul 10.00 Wita, jajaran Polresta Samarinda kembali mendatangi lokasi penemuan. Dipimpin langsung Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman.

Baca Juga:ย Cari Potongan Tubuh Jenazah Balita Tanpa Kepala, Petugas Gabungan Sisir Sungai

Kepada awak media, polisi berpangkat melati tiga ini menuturkan, dari hasil pemeriksaan ahli forensik telah ditemukan sisik binatang jenis reptil. Hal ini membuka indikasi kemungkinan, jika kondisi mayat yang tak lagi utuh karena telah dimangsa sejumlah binatang.

“Dari ahli forensik sementara yang didapatย  dalam tubuh anak ini ada sisik reptil. Apakah itu ular, apakah itu biawak, nanti kita ungkap lebih lanjut,” jelas Arif.

Dilanjutkan Arif, dugaan bocah malang itu tewas karena terseret arus banjir menguat, lantaran diketahui jika ada saluran drainase yang terhubung, dari lokasi Yusuf menghilang di PAUD Jalan AW Sjahranie hingga titik jenazah balita tanpa kepala ditemukan memiliki jarak 4,5 kilometer.

“Jika tubuh seseorang itu berada di dalam air selama dua minggu, tentu tubuhnya akan melunak,” imbuhnya.

Hasil ini juga memperkuat dugaan kondisi jenazah bisa dengan mudah menjadi santapan binatang, hingga menyebabkannya tak lagi utuh.

“Jadi ini kemungkinan bukan mutilasi dan kita juga tidak mau berasumsi memang kenyataannya saat ditemukan kondisi tidak utuh. Kita tetap dalami apakah ada motif lain,ย  tapi saat ini pada kenyataannya badan tidak utuh,” bebernya.

Kata Arif, sejauh ini aparat kepolisian telah melakukan pemeriksaan dengan 12 orang saksi, yang mana diantaranya orangtua Yusuf, seluruh pegawai PAUD termasuk kepalanya, serta warga sekitar dan pihak keluarga. Meski demikian, hingga saat ini polisi belum mengantongi hasil uji laboratorium untuk mengetahui identitas pasti dari jenazah balita malang itu.

MAHYUNADI

Sedangkan untuk sementara ini, kepolisian masih berpegang pada kesimpulan jika jenazah itu benar adalah Yusuf, berdasarkan pakaian yang begitu identik dan pengakuan orangtua.

“Hasil uji lab akan kita ketahui kurang lebih dua minggu ke depan. Target kami secepatnya. Kami tidak akan menunda-nunda dansegera. Kita masih menunggu forensik sambil menyelusuri dugaan motif lainnya termasuk tindak kriminal,” pungkasnya. (*)

Penulis: Muhammad Upi
Editor: Yusuf Arafah

Tags
Show More

Tinggalkan Komentar!

avatar

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close