Advetorial

SMP Vidatra Juara Satu Cerdas Cermat, Optimis Meraih Posisi Puncak di Tingkat Nasional

SMP Vidatra Juara Satu Cerdas Cermat, Optimis Meraih Posisi Puncak di Tingkat Nasional
Perwakilan Museum Nasional Jakarta didampingi Kepala Museum Mularman Tenggarong menyerahkan piala kepada Pembina SMP Vidatra, Murhansyah. (Istimewa)

Akurasi.id, Bontang – Prestasi sangat membanggakan diraih siswa SMP Vidatra Bontang dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Kebudayaan dan Permuseuman tingkat Kaltim. Meraih juara 1, Richa Dewi Asih, Marsa Gufti Wahidah, dan Adyatma Fikri akan melaju ke tingkat nasional pada Oktober 2019.

Mereka mengikuti LCC tingkat provinsi yang diselenggarakan di Museum Mulawarman Tenggarong pada tanggal 7-8 Agustus 2019. SMP Vidatra meraih skor 1.500. Sedangkan juara 2 diraih SMPN 2 Sebulu dengan nilai 1.100 dan juara 3 dengan nilai 900 diraih SMP IT Tenggarong.

Pembina LCC sekaligus guru IPS SMP Vidatra, Murhansyah, mengatakan, LCC kebudayaan tahun ini merupakan lomba ke-5 yang digelar Museum Nasional untuk tingkat SMP/MTs se-Indonesia. Kota Bontang mengirim dua perwakilan: SMP Vidatra dan SMPN 3 Bontang.

“SMP Vidatra yang berinisiatif mengikuti LCC di Tenggarong. Lomba ini langsung ke tingkat provinsi,” jelas Murhansyah.

SMP Vidatra Juara Satu Cerdas Cermat, Optimis Meraih Posisi Puncak di Tingkat Nasional
Tiga siswa peraih Juara 1 LCC tingkat provinsi bersama kepala SMP Vidatra (kiri) dan Murhansyah (kanan). (Suci Surya Dewi/Akurasi.id)

Menjelang lomba ke tingkat nasional yang akan dilaksanakan pada tanggal 9-13 Oktober di Musium Nasional Jakarta, Murhansyah mempersiapkan materi dan melatih anak asuhnya. Dia menjelaskan, materi yang dilombakan akan berbeda. LCC di tingkat nasional bakal mengangkat museum secara umum.

“Kalau di tingkat nasional pasti membahas soal Museum Nasional atau Museum Gajah. Pastinya museum lain yang ada di Indonesia pun akan dibahas. Jadi itu yang kami siapkan,” bebernya.

Salah satu peserta lomba, Richa Dewi Asih, mengaku sempat grogi saat mengikuti LCC tingkat provinsi. Bahkan, ketika dia melihat para peserta dari sekolah lain, ia sempat pesimis. Namun perasaan tersebut ditepisnya kala naik ke panggung bersama Marsa dan Fikri.

“Pasti deg-degan. Rasa ingin menang begitu kuat. Sempat grogi, bisa enggak ya. Pas babak penyisihan, lihat peserta lain hebat-hebat. Tapi pas kami mulai bertanding, kami optimis. Kami pasti bisa,” terang siswi berjilbab ini.

Siswa SMP Vidatra membawa pulang sebuah piala, piagam penghargaan, dan uang pembinaan. Marsa mengaku bangga dan senang atas hasil kerja keras bersama timnya. Ketika diumumkan nama pemenangnya, dia langsung menghubungi orang tuanya di Bontang. “Enggak nyangka bisa menang,” tutur Marsa.

Kepala SMP Vidatra Bontang, Siswanta, mengungkapkan, tahun ini adalah yang kedua kali pihaknya mengikuti LCC Kebudayaan dan Permuseuman. Tahun lalu SMP Vidatra juga mengikuti lomba ini sampai tingkat nasional. Dia berharap, tahun 2019  ini SMP Vidatra bisa mencapai target dengan meraih juara 1.

“Harapannya enggak muluk-muluk. Semoga SMP Vidatra bisa bawa pulang emas,” harapnya.

Tiga siswa yang mengikuti LCC merupakan siswa berprestasi hasil seleksi sekolah. Kata dia, para siswa berprestasi tersebut akan mendapat reward di akhir tahun.

“Setiap akhir tahun, di HUT YPVDP Bontang, siswa yang berprestasi akan diberi penghargaan di hadapan teman-temannya. Tujuannya untuk memotivasi siswa lainnya,” terang dia.

Siswanta mengaku bangga terhadap prestasi yang diraih anak didiknya. Dia selalu memberi petuah pada siswanya, di mana ada kemauan, upaya dan doa, maka pasti akan diikuti keberhasilan. “Jangan pernah minder, grogi, dan harus yakin pada diri sendiri,” tutupnya. (adv)

Penulis: Suci Surya Dewi
Editor: Ufqil Mubin

Tags
Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close