DPRD Bontang

Soal Lahan Pemakaman Muslim di Bontang Barat, DPRD Bontang Desak Perhatian Pemerintah

pemakaman muslim bontang barat
Komisi III dalam Rapat Dengar Pendapat. (Jisa/Akurasi.id)

Akurasi.id, Bontang – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Bontang, Selasa (23/6/20). Dalam rapat tersebut membahas tentang belum adanya pemakaman muslim di Bontang Barat.

baca juga: Komisi III DPRD Bontang Sidak, Jembatan dan Drainase di Gunung Telihan Jadi Sorotan

Ketua Komisi III DPRD Bontang Amir Tosina mengatakan masyarakat mengeluhkan lantaran belum adanya lahan untuk pemakaman muslim di daerah Bontang Barat. Kata dia, seharusnya hal ini menjadi perhatian khusus pemerintah khususnya dinas terkait mengingat tingkat kepadatan pemakaman muslim saat ini di Kota Taman – sebutan Bontang-  semakin hari semakin minim.

“Saya mendesak agar Perkimtan benar-benar serius menyikapi hal ini,” tegasnya.

Dijelaskannya, seharusnya pihak Perkimtan juga bisa berkoordinasi dengan camat Bontang Barat guna mengetahui warga yang memiliki lahan. Nantinya lahan tersebut bisa diperjualbelikan dengan baik dan benar. Diakui Amier, selama ini orang yang ditugaskan untuk menangani hal tersebut bukan orang yang berkompeten dibidangnya.

“Dari Perkim sudah pernah ada masyarakat yang menawarkan, tapi ketika akan dilakukan pembayaran ternyata lahan tersebut bermasalah. Pemerintah juga kerap membentuk tim yang tidak paham akan permasalahan sengketa tanah. Seharusnya membentuk tim yang paham histori dari lahan-lahan yang ada di Bontang Barat seperti melibatkan tokoh masyarakat yang ada di sana,” bebernya.

Menurutnya, apabila pemerintah serius untuk mencari lahan yang akan dijadikan pemakaman muslim di Bontang Barat, seharusnya memanggil para tokoh masyarakat yang tentunya memahami asal usul lahan yang ada di sana.

“Jika terjadi sengketa lahan pada lahan yang akan dibeli saya rasa itu bukan alasan. Salah satu cara yang efektif agar bisa cepatnya terbangun pemakaman muslim yang ada di Bontang Barat minimal pemerintah berkoordinasi dengan para tokoh yang ada minimal seperti mantan kepada desa. Karena selama ini orang yang meninggal di Bontang Barat dimakamkannya di wilayah Satimpo, Bontang Selatan,” jelasnya.

Sementara itu Maxi Dwiyanto, Plt Dinas Perkimtan menyampaikan hal yang menjadi kendala pihaknya dilapangan saat ini dalam mencari lahan untuk dijadikan pemakaman muslim di Bontang Barat.

“Yang jelas penawaran yang berada di Bontang Barat untuk lahan pemakaman tidak jadi karena pemilik lahan menarik diri tidak jadi menjual lahannya sebesar 10 hektar, letaknya tidak jauh dari pemakaman non muslim yang berada di Bontang Barat,” ujarnya.

Maxi mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah mendapat penawaran lahan seluas 2 hektar. Tetapi saat ini masih dalam tahap pengkajian mengingat mengutamakan pertimbangan masyarakat yang berada di sekitar lahan 2 hektar yang ditawarkan tidak keberatan jika lokasi tersebut dibuat area pemakaman muslim.

“Sekarang masih kita kaji apa mau masyarakat di sana jika harus tinggal berdekatan dengan pemakaman karena persetujuan masyarakat sangat penting. Karena kesepakatan masyarakat tidak dapat diganggu gugat. Lokasinya tidak jauh dari Kampung Masdarling,” jelasnya.

Dijelaskan Maxi, alasan mundurnya pemilik lahan tidak diketahui. Padahal pembahasan soal lahan pun belum sampai pada tahap negosiasi harga.

“Jika yang 10 hektar itu fix kemarin, maka kita dapat membuat pemakaman terpadu,” pungkasnya. (*)

Penulis: Jisa
Editor: Suci Surya Dewi

Tags

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close