Corak

Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Aus Hidayat Ingatkan Pentingnya Memahami Sejarah

Aus Hidayat
Anggota DPR RI Aus Hidayat Nur tampak menyampaikan sosialisasi 4 pilar kebangsaan. (Dok Pribadi Aus Hidayat Nur)

Akurasi.id, Bontang – Presiden Republik Indonesia pertama Soekarno selalu mengingatkan jangan sekali-kali meninggalkan sejarah, atau yang belakangan dikenal dengan istilah Jas Merah. Sebabnya, di balik kemerdekaan Indonesia, ada perjuangan panjang dan penuh darah dari rakyat Indonesia.

Baca Juga: Malam Pisah Sambut Kajari, Dasplin: Bontang Jauh Sekali Ibu Wali

Hal serupa yang juga coba disampaikan anggota DPR RI Aus Hidayat Nur saat menyampaikan sosialisasi 4 pilar kebangsaan kepada masyarakat Kota Bontang, Minggu (9/2/20). Acara yang berlangsung di salah satu hotel di Kota Bontang itu, dihadiri oleh ratusan peserta.

Sebagai anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Aus Hidayat menyosialisasikan pentingnya memahami kebinekaan melalui sejarah perjuangan kemerdekaan. Ada lima poin penting yang disampaikan politikus Partai PKS itu kepada para ibu-ibu dan remaja yang hadir dalam acara itu.

Pertama, di balik kemerdekaan yang diraih rakyat Indonesia saat ini, ada perjuangan panjang dan bersama yang dilakukan seluruh elemen masyarakat di berbagai wilayah Tanah Air. Indonesia hadir sebagai sebuah kesadaran pentingnya kemerdekaan dan kedaulatan.

“Kedua, persatuan dan kesatuan yang didapatkan seluruh rakyat Indonesia, tidak lepas dari para pejuang kemerdekaan yang telah berkontribusi melahirkan Pancasila sebagai ideologi bangsa, serta Undang-Undang Dasar 1945 sebagai pedoman dalam bertanah Air,” jelasnya.

Poin ketiga, di atas kemerdekaan yang dinikmati anak bangsa saat ini, masih ada banyak para pahlawan kemerdekaan yang terlupakan. Antara lain, karena adanya pengelabuan sejarah. Karenanya, dari sekarang, sejarah bangsa harus perlahan-lahan diluruskan sebagai penghargaan atas para pejuang kemerdekaan.

“Keempat, NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) pernah dikhianati dengan dibentuknya RIS (Republik Indonesia Serikat) oleh Belanda,” ungkapnya.

Masih kepada para peserta yang hadir dalam sosialisasi 4 pilar kebangsaan, Aus Hidayat juga mengemukakan, poin kelima, dalam sejarah terbentuknya Indonesia, ada Mosi Integral Moh Natsir yang menyatukan kembali NKRI pada 3 April 1950. Mosi itu kemudian disepakati sebagai hari NKRI.

iklan-mahyunadi-MAJU-KUTIM-JAYA

“Sebuah kebanggaan, pada acara ini, ada banyak peserta yang bisa hadir. Tentu ini sangat luar biasa. Artinya, masyarakat mempunyai kecintaan yang begitu besar terhadap persatuan dan kesatuan bangsa, terutama dalam memaknai arti 4 pilar kebangsaan,” katanya.

Sebagai bentuk keberagaman atau kebinekaan, Aus Hidayat turut membagikan hadiah berupa oleh-oleh makanan dari Denpasar Bali. Hal itu sekaligus sebagai bentuk, bahwa Indonesia masih aman dari virus corona.

“Saya bagikan hadiah makanan dari Bali ini, untuk menunjukkan bahwa ada keragaman makanan khas, dan Bali tetap aman menjadi tujuan wisata meskipun sekarang terancam dengan penyebaran virus corona di daerah-daerah wisata dunia,” tandasnya. (*)

Penulis/Editor: Dirhanuddin

Tags
Show More

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close