HeadlinePolitik

Spirit, Dukungan, dan Gagasan Marwan untuk Kukar

Spirit, Dukungan, dan Gagasan Marwan untuk Kukar
Marwan (Istimewa)

Akurasi.id, Kukar – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Kutai Kartanegara (Kukar), Marwan, bertengger di antara para tokoh yang bakal mencalonkan diri di Pemilihan Bupati (Pilbup) Kukar 2020.

Sebagai tokoh yang sudah lama berkiprah di daerah kaya sumber daya alam itu, nama Marwan tak lagi asing di publik Kukar. Ia pernah menjadi wakil rakyat di Kukar selama dua periode dan bertahun-tahun memimpin partai politik.

Dia memiliki “tangan dingin” dalam membesarkan partai. Selama menahkodai DPC Partai NasDem Kukar, ia berhasil mengantarkan partainya untuk pertama kali masuk parlemen.

Pada Jumat (26/7/19), Akurasi.id berkesempatan mewawancara salah satu Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kukar itu. Petikan wawancara ini berupaya menggali spirit, dukungan partai, dan gagasan Marwan jika terpilih sebagai calon wakil bupati Kukar.

Apa yang membuat Anda memutuskan untuk mencalonkan diri di Pilbup Kukar?

Pertama, dorongan masyarakat yang menginginkan saya berperan dalam pembangunan Kukar. Kedua, keinginan saya secara pribadi maupun kelembagaan partai untuk menyejahterakan rakyat dengan cara melakukan pemerataan pembangunan.

Ketiga, selama ini rakyat Kukar selalu mengeluhkan kesenjangan pembangunan. Seandainya saya diberikan amanah, saya ingin rakyat Kukar menjadi tuan di rumahnya sendiri.

Pembangunan di Kukar masih terpusat di perkotaan. Sedangkan Kukar ini kabupaten. Konsep pembangunannya tidak boleh mengikuti konsep perkotaan. Konsepnya harus merujuk pembangunan kabupaten.

Salah satu konsep yang menjadi perhatian saya adalah bagaimana membuka isolasi di wilayah Kukar saat ini. Masih banyak wilayah kita yang tidak bisa dilalui dengan transportasi darat.

Apakah Anda sudah mengantongi dukungan partai?

Insyaallah. Salah satu yang didorong Partai NasDem itu, kalau kadernya mumpuni dan memiliki potensi, mengapa tidak didukung? NasDem tidak menargetkan calon bupati Kukar. Tetapi kami mempersiapkan diri sebagai calon wakil bupati. Karena kami tahu diri. Ada potensi lain yang lebih mumpuni untuk calon bupati.

Kami pun sudah berkomunikasi dengan bakal calon bupati. Saya belum bisa sebutkan di publik. Saya sengaja tidak menyampaikan ini. Yang pasti sudah ada komunikasi awal. Insyaallah sudah mendekati final.

Pola komunikasi yang kami bangun dengan partai lain bukan lagi komunikasi antarpersonal. Tetapi komunikasi yang mengarah pada satu paket pasangan. Insyaallah dengan partai-partai ini cukup untuk sembilan kursi.

Soal partai apa saja yang sudah berkomunikasi dan bersepakat dengan kami untuk mengusung calon bupati dan wakil bupati, memang ini tidak boleh saya sampaikan sebelum ada keputusan yang final. Saya khawatir akan mengganggu komunikasi selanjutnya. Kewenangan itu ada pada pimpinan partai masing-masing.

Nanti akan ada konferensi pers. Paling lambat awal tahun depan sudah kami sampaikan ke publik. Karena tahapan di KPU akan dimulai akhir tahun ini.

Bagaimana respons KAHMI atas keputusan Anda mencalonkan diri di Pilbup Kukar?

KAHMI memberikan peluang seluas-luasnya kepada semua kader yang ingin mencalonkan diri di Pilbup Kukar. Ini hasil koordinasi terakhir dengan KAHMI Kukar. Tidak ada batasan sama sekali. Kalau misalnya dari KAHMI ada lima orang yang mau mencalonkan diri, semuanya akan didorong.

Apakah Anda ditopang finansial yang memadai?

Secara finansial, insyaallah saya memiliki persiapan untuk mencalonkan diri sebagai wakil bupati. Mungkin tidak sebanyak yang dimiliki calon lain. Tetapi pilkada di Kukar tidak selamanya membutuhkan modal finansial yang mumpuni. Hanya saja, kita upayakan membangun komunikasi yang baik sehingga dapat meminimalisasi penggunaan finansial.

Karena sangat mungkin di Kukar ada perubahan cara pandang pemilih. Dari hari ke hari masyarakat menyadari betapa penting memilih pemimpin yang baik. Selama ini pemilih masih memilih karena ada udang di balik rempeyek. Saya perhatikan sekarang sudah banyak perubahan cara pandang pemilih.

Bagaimana Anda melihat peta politik di Pilkada Kukar?

Spirit, Dukungan, dan Gagasan Marwan untuk Kukar
Marwan dan timnya bertemu dengan masyarakat Kukar. (Istimewa)

Insyaallah ini peluang yang besar bagi kami. Semua orang yang ingin mencalonkan diri di Pilbup Kukar memulai di posisi yang sama. Tidak lagi kayak dulu. Ada orang start dalam posisi yang kuat sekali. Tidak juga disebut sekarang orang-orang yang ingin mencalonkan diri ini memulai dari nol. Tetapi hampir mirip. Semuanya memiliki kekuatan yang tidak terlalu jauh berbeda.

Sektor apa yang akan Anda kembangkan jika terpilih sebagai wakil bupati Kukar?

Pertanian dalam arti luas. Saya melihat Kukar memiliki potensi besar di bidang pertanian. Kita akan terlebih dahulu menetapkan kawasan pertanian. Misalnya revolusi jagung. Di mana kawasannya? Pemetaan kawasan pertanian, perkebunan, dan kawasan perikanan ini belum ada.

Apa pendapat Anda soal desakan pemekaran wilayah Kukar?

Saat ini sedang ada moratorium pemekaran wilayah. Isu pemekaran mestinya kita hentikan sementara. Kalau pemekaran diadakan demi kesejahteraan rakyat, kenapa tidak? Saya akan mendukungnya. Kalau pemekaran bermaksud memenuhi ambisi para elite, saya kira akan lebih bagus kita melakukan pemerataan pembangunan.

Sangat mungkin ke depan pemekaran ini dilakukan di Kukar. Kita akan menyesuaikan dengan regulasi. Kita tidak alergi dengan gagasan dan desakan pemekaran. Hanya saja waktunya belum tepat.

Kebijakan apa yang mesti dikeluarkan untuk pertambangan di Kukar?

Mengenai pertambangan di Kukar, kita akan evaluasi izin-izin yang tidak sesuai aturan. Kemudian izin tambang tidak boleh diberikan pada kawasan-kawasan pertanian. Harusnya seperti di Desa Mulawarman itu tidak boleh diberikan izin pertambangan. Masyarakat justru tidak sejahtera dengan adanya tambang.

Kemudian di Tenggarong Seberang. Di sana potensi pertaniannya cukup besar. Terutama tanaman pangan. Bahkan sampai saat ini berdiri RPU [Rice Processing Unit]. Saya sebut RPU sebagai museum beras. (*)

Penulis/Editor: Ufqil Mubin

Tags
Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close