Diskominfo Kutim

Tanggap Darurat Corona, Kutim Perpanjang Masa Belajar di Rumah hingga 20 April 2020

masa belahar dirumah
Kepala Dinas Pendidikan Kutim Roma Malau saat menyampaikan bahwa kegiatan belajar di rumah akan diperpanjang. (Ella Ramlah/Akurasi.id)

Akurasi.id, Sangatta – Wabah virus corona atau Covid-19 yang masih mendera sejumlah daerah di Kaltim, tidak terkecuali Kabupaten Kutai Timur (Kutim), membuat pemerintah setempat mengambil sejumlah kebijakan. Di antaranya, seperti yang dilakukan Dinas Pendidikan (Disdik) Kutim yang memilih memperpanjang masa belajar di rumah selama satu bulan dari sebelumnya hanya dua minggu.

baca juga: Cegah Penyebaran Corona, Wabup Kasmidi Bulang Turun Langsung dalam Penyemprotan Disinfektan

Melalui surat edaran yang diterima Akurasi.id, bernomor 0542/966/Disdik-Kadis/ III/ 2020, Kamis (26/3/20), menyatakan libur sekolah dari jenjang Playgroup, Kelompok Belajar (KB) TK/PAUD, SD dan SMP, diliburkan hingga 20 April 2020.

“Pelaksanaan belajar di rumah tetap menggunakan daring yang semula libur dari 18 Maret hingga 30 Maret, kemudian diperpanjang lagi dari 30 Maret- 20 April 2020,” kata Kepala Disdik Kutim Roma Malau saat dikonfirmasi, Kamis (26/3/20).

Lewat media ini, perempuan yang karib disapa Roma ini juga berpesan, agar para orangtua murid dapat mendampingi anak-anaknya secara lebih konsisten. Roma menegaskan, bahwa tidak boleh ada siswa-siswi yang berada di luar rumah selama aturan itu diterapkan.

“Kami minta agar para orangtua benar-benar mengawasi dan mendampingi putra dan putrinya untuk dapat memanfaatkan waktunya melaksanakan belajar di rumah, tidak bermain-main di luar rumah. Kegiatan belajar harus dimanfaatkan sebaik mungkin hanya untuk di rumah saja,” serunya.

Imbauan yang disampaikan Roma sendiri bukan tanpa disertai alasan yang kuat. Sebagaimana diketahui, hingga tanggal 27 Maret 2020 ini, tercatat sudah ada 2 warga Kutim yang dinyatakan atau terkonfirmasi positif Covid-19. Saat ini, kedua pasien masing-masing dirawat di RSUD Taman Husada Bontang dan RSUD Aji Muhammad Parikesit, Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar).

Selain itu, per tanggal 27 Maret 2020, juga tercatat ada 4 warga Kutim yang saat ini masuk daftar pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona. Kemudian terdapat sebanyak 193 warga yang masuk daftar orang dalam pemantauan (ODP) karena diketahui memiliki riwayat kontak dengan pasien positif Covid-19. (*)

Penulis: Ella Ramlah
Editor: Dirhanuddin



Tags
Show More
Back to top button
Close
Close