HeadlineIsu Terkini

Targetkan 550 Sampel, Rapid Test Massal Gratis Digelar Sepekan

rapid test 550 sampel
Rapid test massal digelar di Rumah Makan Gudeg Bu Harman. (Hesti Damayanti/Akurasi.id)

 Akurasi.id, Bontang – Rapid test massal untuk warga Bontang dilaksanakan dari Pemkot Bontang melalui Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang dengan menargetkan 550 sampel. Kali ini, rapid test dilakukan pada 2 wilayah, yakni Kelurahan Bontang Baru Kecamatan Bontang Utara dan Satimpo, Bontang Selatan.

baca juga: Anak Perempuan 16 Tahun di Wahau Jadi Korban Budak Nafsu Ayah Tiri 1 Tahun Lamanya

Kegiatan yang melibatkan pihak Kelurahan Bontang Baru, Puskesmas Bontang Utara, Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bontang ini dilakukan secara acak di beberapa lokasi di Bontang Baru. Antara lain berfokus pada tempat keramaian, seperti kafe.

Di Bontang Baru, rapid test massal digelar di Rumah Makan Gudeg Bu Harman, Jalan P Suryanata eks Sendawar Nomor 29 Bontang Baru, Jumat (5/6/20) lalu.

Rencananya, rapid test massal akan  berlangsung sepekan untuk menjaring sampel sebanyak mungkin dan akan dilakukan secara acak. Siapapun boleh jika ingin melakukan test rapid ini. Berdasarkan pantauan media ini, di Bontang Baru petugas medis berhasil mengumpulkan sebanyak 35 sampel rapid test warga.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bontang Adi Permana menjelaskan bahwa rapid test massal secara acak dengan tujuan untuk melihat penyebaran Covid-19 dalam masyarakat Kota Taman – sebutan Bontang- saat ini.

“Dalam seminggu ini kami akan melakukan rapid tesrapidt massal untuk melihat kondisi masyarakat Kota Bontang dalam menghadapi New Normal saat ini,” jelasnya.

Adi Permana juga menjelaskan bahwa dalam sepekan rapid test massal menargetkan sekira 550 sampel yang akan dialokasikan ke  puskesmas. Hingga saat ini terdapat 238 sampel telah dikumpulkan.

“Jadi tes rapid ini saya alokasikan ke puskesmas. Dari pihak puskesmas yang akan berkoordinasi ke wilayah setempat untuk dilakukan rapid test massal,” ujar Adi.

Baca Juga  Perda Pemberdayaan Adat Istiadat 37 Pasal, Amir Tosina: Jangan Sampai Menyalahi Aturan

Lebih lanjut, Adi menjelaskan jika nantinya ada yang terkonfirmasi reaktif pihaknya akan melakukan tes ulang dan tetap menjalankan protokol kesehatan.

“Nantinya mereka harus isolasi,” kata dia.

Saat disinggung terkait hasil rapid test massal yang dilakukan secara acak ini, Adi membeberkan terdapat 3 orang yang telah terkonfirmasi reaktif.

“Nah 3 orang ini selanjutnya akan dilakukan pengecekan dengan PCR,” tuturnya.

Untuk diketahui, rapid test massal ini akan terus mengambil sampel sebanyak mungkin untuk melihat perkembangan Covid-19 di Bontang. Tes rapid massal ini dilakukan secara acak dengan indikasi terkait masalah Covid-19. Bukan untuk yang akan melakukan perjalanan jauh.

“Maka dari itu Diskes tidak mengeluarkan syarat kesehatan bagi yang melakukan tes rapid. Jika ingin mendapatkan surat keterangan negatif Covid-19 bisa langsung ke faskes,” paparnya.

Pasalnya, rapid test massal kali ini digunakan untuk kegiatan dalam hal menilai dan mengevaluasi soal  kecenderungan masyarakat Bontang saat ini. Serta untuk mengetahui masyarakat yang terjangkit Covid-19 tetapi tidak terlacak.

iklan-mahyunadi-MAJU-KUTIM-JAYA

Sementara itu, di Kelurahan Satimpo juga melakukan rapid test massal. Andriyana selaku Lurah Satimpo menjelaskan bahwa rapid test massal di wilayahnya dilakukan di beberapa tempat. Rapid test massal di Kelurahan Satimpo mengambil 20 sampel  secara acak.

Rapid test massal digelar pada beberapa masjid dan mengambil sampel dari takmir masjid, imam, serta muazin. Kemudian dilanjutkan ke Kantor Kelurahan Satimpo dan sebuah cafe yang terletak di Jalan HM Ardans.

Andriyana juga menambahkan bahwa rapid massal yang dilakukan di masjid, Kantor Kelurahan Satimpo, dan kafe yang terletak di Kelurahan Satimpo hasilnya telah keluar.

“Hasil dari rapid test massal yang telah dilakukan beberapa tempat itu telah dikonfirmasi dan semua negatif,” terang perempuan berjilbab ini. (*)

Baca Juga  Retribusi Jasa Umum Persampahan Berpotensi Menaikkan PAD Bontang

Penulis: Hesti Damayanti
Editor: Suci Surya Dewi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks