Advetorial

Tenggat Waktu Migrasi Suplai Listrik Perumahan HOP ke PLN

Tenggat Waktu Migrasi Suplai Listrik Perumahan HOP ke PLN
Warga HOP 1 sampai 6 berstatus pensiunan dan non karyawan sudah saatnya migrasi listrik ke PLN. (Yusva Alam/Akurasi.id)

14 Juni 2019

Badak LNG selalu memerhatikan kesejahteraan karyawannya. Tidak terkecuali bagi para pensiunan yang tinggal di area HOP 1 sampai 6. Salah satu fasilitas yang diberikan perusahaan adalah membantu pengadaan aliran listrik dan air di area tersebut selama instansi yang berwenang seperti Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Perusahaan Air Minum (PAM) belum beroperasi di Bontang.

Hal tersebut tercantum secara jelas pada Surat Keputusan Penyerahan Hak Memiliki Rumah Pribadi Nomor 132/YB002/Proper-VI/89 poin nomor 5 (lima), “Pengadaan aliran listrik dan air akan diatur oleh perusahaan (cq. Yayasan LNG Badak) sebelum instansi pemerintah yang lebih berwenang untuk itu (PLN dan PAM) mulai beroperasi di daerah Bontang.”

Bagi pekerja Badak LNG yang saat itu mengambil program HOP (HOP 1 sampai HOP 6), sudah seharusnya mengetahui dan paham bahwa air dan listrik yang saat ini masih disediakan perusahaan (Badak LNG)  melalui yayasan, dapat dihentikan oleh Badak LNG apabila PLN atau PAM sudah mampu memenuhi kebutuhan warga HOP 1 hingga HOP 6. Ketentuan tersebut tercantum secara jelas di dokumen Surat Keputusan Penyerahan Hak Memiliki Rumah Pribadi yang ditandatangani pemilik pumah, perusahaan, dan Yayasan LNG Badak pada saat rumah tersebut diserahkan kepada masing-masing pekerja Badak LNG.

Hal ini didukung pula dengan peraturan internal Badak LNG pada Personnel Policies PT Badak NGL Section Nomor 10.1, Page Nomor 24, Subject Home Ownership Assistance, “…karena tenaga listrik dan air minum belum disediakan oleh sumber-sumber setempat, maka pihak perusahaan merasa perlu untuk sementara memberi bantuan dengan menyediakan jumlah-jumlah air dan tenaga listrik yang terbatas untuk proyek perumahan itu. Namun bila akan tersedia prasarana umum, pihak perusahaan akan menghentikan pemberian jasa-jasa ini.”

Selama ini, perusahaan telah menjalankan kewajibannya memenuhi hak para pekerja dan pensiunannya. Pengadaan aliran listrik dan air di area HOP 1 sampai 6 telah di-cover perusahaan. Namun saat ini perlu diketahui bahwa aliran PLN telah memasuki area Bontang. Berdasarkan Surat PLN Kota Bontang nomor 0071/AGA.01.01/ABTG/2018 pada 12 September 2018 kepada PT Badak NGL terkait penawaran suplai energi listrik, maka aliran listrik HOP 1 sampai 6 telah mampu disuplai dari PLN.

Relevan dengan isi Surat Keputusan Penyerahan Hak Memiliki Rumah Pribadi yang telah disampaikan sebelumnya, setelah adanya suplai dari PLN, maka perusahaan berhak menghentikan pemberian fasilitas tersebut. Karena itu, Badak LNG mengimbau warga di area HOP 1 sampai 6 untuk beralih ke jaringan PLN. Karena suplai listrik dari perusahaan akan segera dihentikan.

Peralihan Dimulai Bulan Juli

Tenggat Waktu Migrasi Suplai Listrik Perumahan HOP ke PLN
Warga HOP diminta taat terhadap aturan yang berlaku. Salah satunya migrasi listrik ke PLN. Ketentuan tersebut mulai berlaku pada 1 Juli 2019. (Yusva Alam/Akurasi.id)

Pemberitahuan dilakukan melalui tahap sosialisasi yang sudah dilaksanakan pada waktu yang telah terjadwalkan. Di antaranya sosialisasi pertama (25/2/19) dengan RT dan ketua Kerukunan Pensiunan Badak LNG; sosialisasi kedua dengan pihak PLN; sosialisasi ketiga dengan Perwakilan Director dan Manajemen Badak LNG; sosialisasi keempat (5/4/19) dengan seluruh warga, dan sosialisasi kelima (20/4/19) antara VP BSD dan Ketua Yayasan dengan RT dan perwakilan warga. Dengan adanya sosialisasi tersebut, diharapkan warga, khususnya warga HOP 1 sampai 6, semakin paham akan hak mereka yang memang sudah sewajarnya dicabut ketika aliran listrik dari PLN memasuki kompleks perumahan HOP.

Pihak perusahaan melalui Yayasan LNG Badak telah mengedarkan surat pemberitahuan yang menyampaikan bahwa mulai 1 Juli 2019, suplai listrik perumahan HOP akan beralih ke PLN. Seluruh warga HOP diimbau segera mendaftar ke PLN atau melalui Yayasan LNG Badak paling lambat 17 Juni 2019.

Bagi pihak pertama (penghuni pertama yang berakad dengan Yayasan LNG Badak mengambil program HOP dan belum dialihkan kepemilikannya kepada pihak lain), dalam hal ini Yayasan LNG Badak akan membantu biaya pemasangan atau penyambungan listrik termasuk penerbitan SLO dan dimohon kepada warga agar segera berkoordinasi dengan Yayasan LNG Badak.

Sedangkan bagi pihak kedua (pensiunan atau pekerja aktif yang pernah atau sedang tinggal di PC dan memiliki rumah HOP) dan pihak ketiga (warga umum yang memiliki rumah HOP) di mana yang bersangkutan pada dasarnya tidak memiliki hubungan ikatan perjanjian terkait perumahan HOP dengan Badak LNG, maka diwajibkan mendaftar ke PLN.

Karena perusahaan tidak memiliki kewajiban untuk menyuplai listrik kepada pihak kedua dan pihak ketiga. Dengan konsekuensi apa pun, pada 1 Juli 2019, suplai listrik kepada kedua pihak tersebut akan diputus. Sedangkan pekerja aktif yang tinggal di HOP (tidak termasuk pihak 1-3) tetap mendapatkan hak suplai listrik.

Kebijakan migrasi suplai listrik perumahan HOP ke PLN ini telah dikaji dan dapat dipertanggungjawabkan. Baik dari aspek hukum maupun bisnis. Karena itu, Badak LNG mengimbau warga HOP 1 sampai HOP 6 agar segera beralih ke jaringan PLN dengan mendaftar ke kantor PLN terdekat. (adv)

Editor: Ufqil Mubin

5/5 (4 Reviews)
Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar!

avatar
Back to top button
Close
Close