Hard NewsHukum

Terbakar Api Cemburu, Pria Ini Tega Tikam Istri Sendiri

Terbakar Api Cemburu, Pria Ini Tega Tikam Istri Sendiri
Sandy Wijaya saat di amankan di Polsek Sungai Pinang. (Dok Polsek Sungai Pinang)

Akurasi.id, Samarinda –  Entah apa yang ada dalam pikiran pria bernama Sandy Wijaya ini. Warga Sambutan Samarinda berusia 39 tahun ini tega menikam istrinya lantaran terbakar api cemburu.

baca juga:Pasca 2 hari Dinyatakan Positif Covid-19, Anggota DPRD Kaltim Nidya Listiyono Sembuh

Wijaya diciduk kepolisian, Senin (27/7/20) malam lalu, setelah buron selama 4 hari. Dia kabur setelah melakukan penganiayan kepada istrinya, Dwi Anggreani (25).

Sandy dibekuk di kediaman kakak kandungnya, di kawasan Handil D, Kutai Lama, Kutai Kartanegara (Kukar), setelah pelariannya diketahui tim Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Sungai Pinang.

Kanit Reskrim Polsek Sungai Pinang Iptu Farudi mengatakan peristiwa itu terjadi pada Jumat (24/7/20) lalu sekira pukul 20.30 Wita. Peristiwa itu terjadi saat Anggreani yang ditemani anaknya sedang berjualan makanan ringan di kawasan Jalan Gerilya. Saat itu dia tiba-tiba disambangi sang suami, Sandy yang ingin mengajaknya mengobrol.

“Anggreani mengacuhkan suaminya itu, lantaran dirinya tak merasa karena dituduh selingkuh oleh Sandy. Selain itu Sandy dan Anggreani memang sudah tidak tinggal satu atap lagi hampir 6 bulan ini,” jelas Iptu Farudi saat di konfirmasi melalui pesan pribadi, Rabu (29/7/20).

Akibat diacuhkan, Sandy meradang dan naik pitam. Seketika dia mengarahkan badik ke pinggang istrinya itu. Akibatnya Anggreani  terluka di bagian paha kirinya.

“Mengenai bagian paha sebelah kiri korban, sehingga luka robek pada bagian paha kiri, dan luka gores pada bagian rusuk sebelah kiri korban,” terangnya.

Diterangkan Fahrudi, motif penganiayaan lantaran pelaku cemburu. Sandy juga menuduh istrinya selingkuh. Usai menganiaya Anggreani, Sandy melarikan diri hingga akhirnya tertangkap jajaran Polsek Sungai Pinang.

“Kami bawa pelaku ke polsek, berserta barang bukti badik yang dia gunakan untuk menganiaya istrinya dan motor yang dia bawa dalam pelarian,” paparnya.

Akibat perbuatannya, Sandy harus mendekam di penjara dan dijerat dengan pasal 44 UU No 23/2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Suci Surya Dewi

Tags

Leave a Reply

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close