CorakHard NewsHeadline

Terdampak Covid-19, Pedagang Pasar di Kutim Bakal Dibebaskan dari Biaya Retribusi

retribusi pasar
Para pedagang di Pasar Induk Sangatta akan dibebaskan dari biaya retribusi selama 3 bulan ke depan. (Dirhan/Akurasi.id)

Akurasi.id, Sangatta – Pemerintah Kutai Timur (Kutim) mengambil kebijakan untuk membebaskan retribusi bagi pedagang sejumlah pasar di wilayah tersebut. Pembebasan retribusi tersebut sebagai upaya mengurangi dampak ekonomi karena virus corona atau Covid-19.

baca juga: Miris, Bocah Belasan Tahun hingga Balita Jadi Korban Kekerasan dan Pelecahan Seksual di Kutim

Pembebasan biaya retribusi itu difokuskan kepada sejumlah pasar rakyat yang dibangun pemerintah, baik lewat APBD Kutim dan APBD Kaltim, maupun lewat dana APBN, seperti Pasar Induk Sangatta Utara, Kaliorang, Sangkulirang, Muara Bengkal dan Muara Wahau.

Bupati Kutim Ismunandar menyebutkan, kebijakan tersebut mulai diterapkan pada 8 April 2020. Pembebasan retribusi bagi pedagang tersebut akan diberlakukan selama tiga bulan ke depan.

“Retribusi yang dibebaskan itu meliputi retribusi kios atau toko, lapangan bulanan dan harian serta retribusi kebersihan,” katanya, Selasa (7/4/20).

Diakui Ismunandar, dengan adanya imbauan untuk melakukan pembatasan fisik (physical distancing) sangat berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di Kutim, khususnya bagi para pedagang kecil.

“Meskipun kita (Pemerintah Kutim) tidak mengeluarkan kebijakan untuk menutup pasar-pasar, namun kondisi ini (antisipasi penyebaran Covid-19) berdampak terhadap penurunan omzet pedagang,” ungkapnya.

Ismu sapaan karibnya mememastikan, pedagang yang mengais rezeki di pasar-pasar rakyat yang dibangun pemerintah tersebut, semuanya akan dibebaskan dari retribusi selama tiga bulan.

“Jadi, apa yang didapat pedagang selama (berjualan selama) tiga bulan (ke depan), itu dapat dinikmati sepenuhnya (para pedagang) tanpa harus disisihkan untuk membayar retribusi,” tuturnya.

Ismu berharap, kebijakan pembebasan pembayaran retribusi selama tiga bulan tersebut dapat membantu meringankan beban ekonomi para pedagang akibat dampak pencegahan penyebaran Covid-19.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim, Zaini mengatakan, dengan adanya instruksi bupati untuk mengratiskan pedagang selama tiga bulan, yakni April, Mei, dan Juni. Maka akan segera ditindaklanjut oleh pihaknya dengan menyosialisasikan kepada para pedagang.

Dia akan segera mengontak ke semua kepala UPT Pasar untuk melaksanakannya, agar petugas tidak lagi memungut retribusi di Pasar Induk Sangatta Utara dan pasar rakyat lainnya di Kutim.

“Gratis retribusi ini hanya berlaku diseluruh pasar rakyat yang dibangun Pemerintah Kutim mengunakan dana APBD Kutim dan APBN. Kalau pasar swasta itu tidak berlaku” pungkasnya. (*)

Penulis: Ella Ramlah
Editor: Dirhanuddin

Tags

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close