Hard NewsHukum

Tertangkap Tangan Sedang Pungli, Pegawai BPBD Samarinda Nyaris Diamuk Warga

Polsek Samarinda
(Kedua dari kiri) pegawai BPBD Samarinda yang tertangkap basah melakukan pungli tidak berkutik setelah diamankan warga dan pihak kepolisian. (Dok Polsek Samarinda Seberang)

Akurasi.id, Samarinda – Seperti tak ada kapoknya. Baru saja kemarin Kepala BPDB Samarinda, Sulaiman Sade telah ditetapkan tersangka dan ditahan oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Samarinda karena terlibat kasus dugaan korupsi pembangunan Pasar Baqa, Samarinda Seberang. Kamis (10/10/19) lalu, seorang oknum pegawai BPDB Samarinda, berinisial SB (41) kembali diamankan karena kembali melakukan pungutan liar (pungli).

Aksi yang dilakukan pria berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini juga bisa dikenakan pasal korupsi sebagaimana yang telah ditetapkan di dalam peraturan perundang-undangan. Kejadian ini bermula dari keresahan warga beberapa bulan terakhir di Kelurahan Sengkotek, hingga Loa Janan.

Dengan dalih meminta iuran pengadaan alat pemadam api ringan (Apar). SB mendatangi setiap tempat usaha di sepanjang Jalan Cipto Mangunkusumo. Tercatat sudah 3 kali ia melakukan aksinya. Terhitung sejak Januari 2019 lalu hingga awal Oktober 2019 silam.

Agus (26), seorang pemilik toko pakaian di kawasan Sengkotek menjadi salah satu korbannya. Agus membayar iuran pengadaan Apar seperti yang tercantum dalam proposal pengadaan Apar yang diberikan SB. Nominal yang dimintanya pun bervariatif yakni Rp 105.000 sampai dengan Rp 115.000, tergantung dari ukuran bangunan serta jenis usaha yang menjadi korbannya.

“Awalnya saya enggak curiga. Karena proposal yang diberikan dilengkapi dengan SK (Surat Keputusan) Wali Kota Samarinda,” jelas Agus.

Namun belakangan Agus menjadi curiga karena dalam proposal itu disebutkan bahwa sumbangan tersebut merupakan iuran per tahun. Tetapi belum tahun berganti, Agus mengaku telah dimintai iuran sebanyak 3 kali.

“Istri saya juga dimintai. Jadi saya coba cari kejelasan dengan datang langsung ke kantor pemadam, katanya tidak ada yang begitu dan mereka juga memberi tahu itu pungli,” imbuhnya.

Kesal, karena merasa dikelabui SB. Agus pun berupaya mencari cara, supaya SB datang dan dapat dipergoki perbuatannya serta mempertanggung jawabkannya. “Setelah dia datang saya langsung amankan bersama warga lainnya waktu itu. Kabarnya, korban dia banyak. Yang mengatakan bahkan orang-orang pemadam sendiri,” tambahnya.

Setelah diamankan, SB tak lagi berdaya. Agus bersama warga lainnya pun langsung membawanya ke Pos Polisi Sengkotek. Dari situ, SB kembali digiring ke Mapolsekta Samarinda Seberang. “Kami sudah serahkan ke BPBD untuk menanganinya. Karena dari pihak BPBD sudah mengetahui kejadian ini,” ucap Kanit Reskrim Polsek Samarinda Seberang, Iptu Teguh Wibowo.

Kenapa SB dikembalikan dan tidak diproses oleh pihak kepolisian? Ternyata persoalan yang dirasakan Agus berada di bawah ketentuan Peraturan Mahkamah Agung (Perma) nomor 2 tahun 2012, yang mana mengatur kerugian tentang tindak pidana pencurian di bawah Rp2,5 juta tidak bisa ditahan.

“Karena itulah kami serahkan kembali. Tapi pelaku tetap dalam pengawasan kami karena dia telah membuat surat pernyataan tidak akan melakukan perbuatannya lagi,” imbuh Teguh.

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris BPBD Samarinda, Hendra membenarkan SB adalah pegawai di BPBD. “Kami sudah mengetahui hal itu (perbuatan pungli) dan sebelumnya yang bersangkutan juga sudah sering kami ingatkan karena banyaknya laporan masuk kepada kami,” singkatnya. (*)

Penulis : Muhammad Upi
Editor: Yusuf Arafah

5/5 (3 Reviews)

Tags

Tinggalkan Komentar!

avatar

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close