Hard NewsHeadlineHukum

Tilap Uang Negara Rp 125 Juta, Kepala Proyek Rumah Layak Huni di Tarakan Diringkus di Samarinda

Korupsi
Kajari Tarakan Chandra Purnama (tengah) saat dijumpai di kantor Kejati Kaltim, malam tadi. (Dok Kejati Kaltim)

Akurasi.id, Samarinda – Perempuan paruh baya tertunduk lemas tatkala mengenakan rompi oranye, saat dirinya di kawal oleh petugas Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim, Senin (28/10/19) pukul 18.30 Wita, malam. Perempuan itu diketahui bernama Margareta Unjung Lerang. Usia sebenarnya sudah menginjak angka 54 tahun.

Meski sudah memasuki waktu senjanya, namun yang namanya hukum tak berlaku surut. Margareta ternyata merupakan seorang terpidana kasus korupsi. Hal ini terungkap dari hasil penyelidikan dana proyek senilai Rp 1,8 miliar yang dimenangkan PT Karya Malinau Utama atas pengerjaan rumah layak huni di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), tepatnya di Kota Tarakan pada tahun 2010 silam.

baca juga: Fakta Penangkapan Tersangka Korupsi Perusda Bontang, Jadi Tukang Ojek hingga Besaran Dana yang Digelapkan

Ternyata dalam pelaksanaannya, penyidik menemukan adanya ketidaksesuaian spesifikasi rumah dan tidak sesuai dengan kontrak yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 125 juta, pada tahun 2012. Saat itu proses hukum berjalan cukup alot. Dua tahun setelahnya, yakni di tahun 2014, pimpinan PT Karya Malinau Utama ini baru divonis bersalah oleh pengadilan.

Namun pihak terpidana, sempat mengajukan kasasi di Mahkamah Agung. Dan membuat petugas harus tarik ulur untuk melakukan penahanan. Lima tahun kemudian, proses hukum akhirnya berujung dengan diamankannya Margareta, di kediamannya, di Jalan Belimbing 4, Kelurahan Air Hitam, Kota Samarinda, sore tadi.

Terpidana saat itu, dijemput oleh petugas gabungan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tarakan dan Tim Pidsus Kejati Kaltim. Margareta sendiri sudah lama dicari-cari oleh petugas gabungan, yang beberapa kali datang ke kediamannya, namun, yang bersangkutan tak berada di lokasi.

korupsi
(kiri) Tersangka dugaan kasus korupsi rumah layak huni di Tarakan Margareta Unjung Lerang saat diamankan Kejati Kaltim. (Dok Kejati Kaltim)

Terpidana diketahui berpindah-pindah ke tempat keluarga  sehingga menyulitkan petugas untuk mengamankannya. Dijelaskan, Plh Kepala Kejari Tarakan, Chandra Purnama, dalam kurun waktu sekitar lima tahun pihaknya telah mendatangi ke rumah yang bersangkutan beberapa kali.

“Baru hari ini kami berhasil mengamankannya (Margareta),” ungkapnya.

Chandra mengatakan terpidana dieksekusi berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI No.2465K/Pid.Sus/2013 tanggal  26  Maret 2014 Jo. Putusan Pengadilan  Tinggi Kalimantan Timur  No.30/Pid/Tipikor/2012/PT.KT.SMDA  tanggal 22 November 2012 Jo. Putusan  Pengadilan Tipikor pada PN Samarinda  No.11/Pid.Tipikor/2012/PN.Smda tanggal 2 Agustus 2012.

Dia  divonis  bersalah melakukan tindak  pidana  korupsi  dalam  kegiatan  pembangunan perumahan layak  huni  Kota Tarakan  2010  yang  merugikan keuangan negara sebesar  Rp.125 juta.

“Terpidana dijatuhi hukuman sesuai putusan Mahkamah Agung dan kami laksanakan eksekusinya malam ini,” imbuhnya.

MAHYUNADI

Lebih jauh dijelaskannya, sumber dana awal proyek tersebut dari Dinas PUTRPR Provinsi Kaltim, bernilai Rp38 miliar, yang diperuntukkan untuk 14 kabupaten/kota termasuk kota Tarakan.

“Terpidana dijatuhi hukuman penjara 1 tahun 6 bulan kurungan dan harus membayar denda Rp50 juta, subsider 2 bulan kurungan, serta membayar uang pengganti sebesar Rp125 juta, sesuai dengan putusan Mahkamah Agung,” beber Chandra.

Setelah berhasil mengamankan targetnya, rombongan Kejari Tarakan, didampingi tim dari pidana khusus Kejati Kaltim mengantar terpidana Margareta ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Samarinda sekitar pukul 18.40 Wita dari Kantor Kejati Kaltim Samarinda.

“Selain terpidana, kita juga menetapkan tersangka pejabat pelaksana teknis kegiatan  (PPTK),” ungkapnya.

Namun, Chandra belum bisa membeberkan informasi lebih lanjut karena tak memegang berkas perkara PPTK, dengan alasan baru tiga hari menjabat sebagai PLH Kajari Tarakan. (*)

Penulis: Muhammad Upi
Editor: Yusuf Arafah

5/5 (1 Review)

Tags

Tinggalkan Komentar!

avatar

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close