DPRD Bontang

Tingkatkan Keamanan, Dewan Minta Pasang CCTV Pada Proyek Masjid Terapung

Anggota DPRD Bontang Faisal meminta agar kamera pengawas dipasang untuk mengawasi aktivitas warga dan nelayan di sekitar lokasi pembangunan Masjid Terapung. (Istimewa)

Akurasi.id, Bontang – Keamanan dan pengawasan atas pelaksanaan pembangunan Masjid Terapung di Selambai, Loktuan, turut mendapatkan sorotan dari anggota DPRD Kota Bontang. Terlebih setelah adanya kasus kematian seorang bocah berusia 7 tahun di sekitar lokasi pembangunan masjid tersebut belum lama ini.

Tidak ingin hal serupa kembali terjadi, wakil rakyat meminta agar Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang lebih memperketat pengawasan atas pelaksanaan proyek itu ke depannya. Sehingga kasus kematian atau kecelakaan kerja dapat dicegah sedini mungkin.

Salah satu cara untuk memudahkan pengawasan dalam pelaksanaan proyek bernilai Rp 33 miliar itu, yakni dengan memasang closed circuit television (CCTV). Usulan pemasangan kamera pengawas itu disampaikan anggota DPRD Bontang Faisal.

Politisi Partai NasDem itu tidak ingin, insiden kematian anak di lokasi pembangunan Masjid Terapung terulang dikemudian hari. Apalagi proyek tersebut dibangun di daerah tempat dia tinggal, Selambai. Dia merasa cukup miris saat mengetahui ada warga Selambai yang meninggal di lokasi proyek.

Selain itu, Faisal cukup menyayangkan kelalaian pihak kontraktor dengan adanya pristiwa itu. Apalagi kasus anak tenggelam itu terjadi di awal pembangunan masjid yang bakal menjadi ikon Bontang sebagai Kota Maritim. “Ini jelas ada unsur kelalaian,” ujar dia, Jumat (6/9/19).

Pemasangan kamera pengawas dianggap penting. Mengingat proyek tersebut berpapasan dengan lalu lalang warga dan para nelayan. Jika ada CCTV, maka aktivitas para nelayan dan warga di sekitar proyek dapat dipantau. “Saya baru komunikasi lewat telepon saja dengan kontraktor proyeknya,” ucap dia.

Mantan wakil ketua DPRD Bontang ini meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Bontang lebih ketat mengawasi proyek itu, mulai dari situasi dan safety kerja kontraktor. Kata dia, meski proyek dikerjakan di laut, tetap harus melengkapi alat pelindung diri.

“Pada awal saya melihat pekerja proyek tidak pakai pelampung, tidak pakai topi, tidak pakai kaos tangan. Padahal mereka kerja di laut. Itu saya lihat kemarin-kemarin, tidak tahu saat ini apakah sudah menggunakan alat pelindung diri atau tidak,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala DPUPR Bontang Tavip Nugroho mengaku sependapat dengan adanya peningkatan keamanan di lokasi pembangunan Masjid Terapung. Karenanya, dia berencana mengusulkan agar kontraktor pelaksana memasang kamera pengawas di area pembangunan masjid.

“Pemasangan kamera pengawas itu sudah dilakukan di proyek pembangunan Pasar Rawa Indah. Hal yang sama juga kita harapkan bisa dilakukan di pembangunan Masjid Terapung,” tuturnya. (*)

Penulis: Ayu Salsabilah
Editor: Yusuf Arafah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    Ok No thanks