HeadlineIsu Terkini

Tolak Pabrik Semen, Castro: Jangan Padamkan Gerakan Mahasiswa

Tolak Pabrik Semen, Castro: Jangan Padamkan Gerakan Mahasiswa
Mahasiswa melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Gubernuran Kaltim. Aksi ini dilakukan untuk menolak pembangunan pabrik semen di Bumi Etam. (Istimewa)

Akurasi.id, Samarinda – Demonstrasi yang dilakukan Aliansi Masyarakat Peduli Karst (AMPK) di depan kantor Gubernuran Kaltim, Senin (25/3/19), mendapat “kecaman” dari beragam pihak. Pasalnya, gerakan tersebut berakhir ricuh sehingga mengakibatkan dua orang polisi terkena lemparan batu.

Beragam analisa muncul dari publik untuk menyoroti penyebab kericuhan tersebut. Pegiat anti korupsi dan pengamat hukum dari Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Herdiansyah Hamzah berpendapat, kericuhan itu bisa saja didesain oleh oknum tertentu.

“Direncanakan (by design) atau by accident yang muncul secara tiba-tiba tanpa ada kesengajaan dan niat (intensi) untuk bentrok,” jelasnya.

Dia menegaskan, aksi mahasiswa tidak boleh dipadamkan sebelum izin pembangunan pabrik semen dievaluasi dan dicabut oleh Gubernur Kaltim Isran Noor. Karena itu, masyarakat diminta berhenti saling menghujat, menyudahi saling nyinyir, dan tidak menggeser isu yang diusung mahasiswa.

Tolak Pabrik Semen, Castro: Jangan Padamkan Gerakan Mahasiswa
Herdiansyah Hamzah (Istimewa)

“Bahwa ada korban, mari kita tundukkan kepala sejenak dan kembali berjalan dengan kepala tegak. Jadikan itu otokritik untuk saling menguatkan (gerakan). Agar energi kita tidak habis,” sebutnya.

Pria yang karib disapa Castro itu menyebut, aksi berujung ricuh tersebut akan dijadikan alat oleh oknum tertentu untuk memadamkan semangat dan kesolidan gerakan mahasiswa.

Terkait respons gubernur terhadap gerakan mahasiswa, Castro mengatakan, Isran memberikan pernyataan nyeleneh yang tidak mendidik masyarakat. Sebagai gubernur, harusnya pernyataan itu tidak disampaikan di publik.

Sebelumnya, Isran  menyebut tuntutan mahasiswa sudah didengarnya lewat jendela. Kata Castro, hal itu menandakan mantan Bupati Kutai Timur itu enggan membuka ruang dialog dengan massa.

“Jika ditafsirkan, pernyataan itu seperti mengisyaratkan jika kebijakannya soal pabrik semen, tidak akan ditinjau ulang. Jadi mendengar baginya, hanya dimaknai sebatas lewat kuping,” tegasnya.

Pandangan tentang pembangunan pabrik semen mestinya didukung pendapat ahli yang pro dan kontra. “Biar seimbang dan objektif. Jadi tidak terkesan menggunakan data dan pendapat ahli yang mendukung dan menguatkan kehendaknya saja,” sarannya.

Tolak Pabrik Semen, Castro: Jangan Padamkan Gerakan Mahasiswa
Isran Noor (Istimewa)

Isran telah menerima perwakilan mahasiswa yang menolak pembangunan pabrik semen tersebut. Dia menjawab aspirasi yang disampaikan AMPK.

Isran membantah pabrik itu mengancam keberadaan karst. Pabrik semen yang dibangun Tiongkok Hong Shi Holding Groups Co Ltd tersebut tidak dibangun di Kecamatan Sandaran, Kutai Timur. “Bukan di situ pabrik semen akan dibangun. Bukan di Karst,” katanya.

Dikutip dari website Pemprov Kaltim, Isran menyebut, investasi pembangunan pabrik senilai USD 2 miliar. Dilihat dari dokumen pengajuan pembangunan pabrik semen itu, pabrik akan dibangun dengan skema ramah lingkungan dan nol debu (zero dust).

Pengusaha asal Tiongkok akan menjalin kerja sama dengan PT Kobexindo. Perusahaan yang terakhir sudah mendapat izin industri di kawasan yang akan digunakan untuk membangun pabrik semen.

“Izinnya tentu menggunakan izin yang lama. Ketika era Gubernur Awang Faroek Ishak. Kawasan yang akan dimanfaatkan sekitar 800 hektare,” jelasnya. (*)

Penulis: Ufqil Mubin
Editor: Ufqil Mubin

4.8/5 (6 Reviews)

Tags

Tinggalkan Komentar!

avatar

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close