Isu Terkini

Tren Covid-19 Menurun, Kasmidi: Pos Pengawasan Harus Diperketat

covid-19
Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang. (Ella Ramlah/Akurasi.id)

Akurasi.id, Sangatta – Situasi pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang terus melandai, tak menutup kemungkinan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) akan turut menerapkan protokol hidup normal baru atau New Normal.

baca juga: Kabar Baik, 7 Pasien Covid-19 di Kutim Sembuh, 6 Orang dari Klaster Gowa

Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang menyebutkan bahwa sudah sepekan grafik menunjukkan jumlah kasus baru Covid-19 cenderung menurun. Dia berharap situasi ini dapat bertahan. Khususnya pasca hari raya Idulfitri 2020 ini. Dia juga mengharapkan tiada penambahan klaster baru.

“Nah, jika dalam 14 hari ke depan tidak terjadi penambahan kasus, ini pertanda baik. Bahwa Kutim ini segera kembali normal, meski dengan hal baru, yaitu new normal. Dengan protokol yang ditetapkan pemerintah,” jelas Kasmidi Kamis, (28/5/20) lalu.

Kasmidi mengakui tren membaik ini juga dialami beberapa daerah di Kaltim. Hal ini membuktikan bahwa upaya yang terus dilakukan pemerintah menunjukkan hasil yang optimal. Kendati begitu, dia menegaskan tidak akan melonggarkan pengetatan pengawasan dalam waktu dekat. Pasalnya, tren secara nasional masih belum bisa diprediksi secara tepat.

“Tetap dipantau, tidak dilonggarkan. Karena kita masih mewaspadai adanya arus balik. Karena pasti ada saja pendatang baru yang masuk,” ucapnya.

Pengawasan perlu diperketat pada setiap pintu masuk harus tetap dilakukan. Kata Kasmidi, pemeriksaan secara ketat perlu diterapkan seperti di pos penjagaan yang ada di wilayah Patung Burung misalnya. Koordinasi setiap lembaga terkait juga terus dilaksanakan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kutim.

Lebih lanjut, terkait kebijakan new normal, pihaknya masih menunggu arahan resmi dari pusat untuk pelaksanaannya. Menurut Kasmidi, hal yang perlu menjadi perhatian lebih ialah kemampuan pemerintah dalam mendorong agar ketersediaan barang pendukung protokol aman.

iklan-mahyunadi-MAJU-KUTIM-JAYA

“Seperti masker. Itu yang menjadi salah satu kelengkapan utamanya. Memang boleh beraktivitas seperti biasa, tapi harus mengimplementasikan protokol kesehatan. Seperti jaga jarak dan lainnya,” urainya.

Kemudian, lanjut Kasmidi, dalam penerapan itu nantinya pemerintah harus mendukung implementasi itu. Dia melanjutkan, hal itu tergantung arahan pemerintah pusat. Jika kebutuhan itu menjadi kewajiban daerah dalam pemenuhannya.

“Ya, kita harus siap juga menyiapkan. Kita tunggu saja instruksi pemerintah pusat terkait kebijakan new normal itu, tapi kalau memang nantinya diterapkan sebaiknya setiap yang mau masuk di Kutim membawa bukti rapid test sebagai jaminan kesehatan,” pungkasnya. (*)

Penulis: Ella Ramlah
Editor: Suci Surya Dewi

Tags

Leave a Reply

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close