HeadlineIsu Terkini

Tren Kasus Covid-19 Turun, IDI: Kaltim Layak Berlakukan New Normal

Namun Aturan Pembatasan Sosial Tetap Mesti Dijaga dan Diperhatikan

KALTIM NEW NORMAL
Ketua IDI Kaltim dr Nataniel Tandirogang menilai Kaltim sudah cukup aman jika harus memberlakukan New Normal Life Covid-19. (Istimewa)

Akurasi.id, Samarinda – Langkah pemerintah kabupaten/kota di Kaltim untuk mulai menerapkan kebijakan New Normal Life atau kehidupan normal baru atas wabah Covid-19 dinilai Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kaltim pada dasarnya sudah dapat dilakukan. Pertimbangannya, karena tren kasus pasien positif Covid-19 di Kaltim berangsur turun.

baca juga: Samarinda Dinilai Sudah Tidak Layak Jadi Ibu Kota Provinsi

Ketua IDI Kaltim dr Nataniel Tandirogang menilai, kebijakan New Normal Life atau yang banyak orang kenal dengan istilah hidup berdampingan dengan Covid-19, sedianya sudah dapat dilihat beberapa hari sebelum perayaan Idulfitri. Di mana ketika itu, sudah ada banyak masyarakat yang keluar rumah dan mulai beraktivitas seperti biasa.

“Jadi jika dibilang (mau menerapkan kebijakan) New Normal, Masyarakat Kaltim (sebenarnya) sudah mulai melakukan hal tersebut,” kata dia, Jumat (29/5/20) kemarin.

Apa yang dilakukan masyarakat itu dinilai wajar. Selain karena memang sudah cukup lama membatasi diri dalam berbagai aktivitas, masyarakat pada akhirnya memutuskan keluar rumah, karena sejalan dengan semakin berangsur-angsur membaiknya para pasien Covid-19 di Kaltim. Begitu juga dengan pasien positif jumlahnya semakin turun drastis.

“Sejak 5 hari terhakir, tidak ada penambahan (pasien positif Covid-19) yang cukup signifikan. Jika sampai 4 Juni mendatang tidak ada lonjakan kasus, kemudian pasien sembuh semakin bertambah, maka kita sudah bisa hidup normal atau New Normal Life,” tuturnya.

Kendati demikian, IDI Kaltim mengingatkan pemerintah kabupaten/kota maupun provinsi, jika kebijakan New Normal telah diterapkan, maka harus diikuti dengan pengawasan dan penegakan aturan yang ketat. Sehingga potensi adanya gelombang kedua Covid-19 dapat dicegah sedini mungkin.

“Bagaimanapun, selama ini masih ada banyak masyarakat yang tidak taat terhadap physical distancing. Bagi mereka yang melanggar, jika memang mengharuskan, berikan sanksi, misalnya karena tidak menggunakan masker,” katanya.

Kemudian bagi setiap kantor dan tempat-tempat perbelanjaan yang dapat mengundang kerumunan, tambah dr  Nataniel, juga wajib menyediakan tempat cuci tangan dan pemeriksaan suhu badan.

iklan-mahyunadi-MAJU-KUTIM-JAYA

“Apabila New Normal sudah diberlakukan, biasanya kedua tempat ini bisa memicu dan memperburuk keadaan jika tidak diawasi secara ketat,” imbuhnya.

Lebih lanjut dr Nataniel menjelaskan, Kaltim merupakan daerah yang paling aman jika menerapkan New Normal. Karena dari jumlah kasus pasien positif Covid-19 Kaltim sebanyak 281 kasus, angka kematiannya hanya 1 persen dengan tingkah pasien sembuh mencapai 45 persen.

“Tapi saya berharap jika nantinya terdapat ledakan pasien Covid-19 setelah New Normal diberlakukan, pemerintah harus cepat bertindak untuk mengambil keputusan lebih lanjut. Misalnya, memisahkan anak-anak dan manula dengan mereka yang terkonfirmasi positif, sebab mereka yang paling rentan, lantaran belum memiliki imun yang cukup kuat,” serunya. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Dirhanuddin

Tags

Leave a Reply

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close