Trending

Basmi Hoaks di Tengah Pandemi, Diskominfo Gencar Sosialisasi di Medsos

Basmi Hoaks di Tengah Pandemi, Diskominfo Gencar Sosialisasi di Medsos
Kasi Pelayanan Pengelolaan Informasi Publik Diskominfo Bontang Yudhi Pancoro saat diwawancarai awak media. (Suci Surya Dewi/Akurasi.id)

Basmi hoaks di tengah pandemi, Diskominfo gencar sosialisasi di medsos. Program sosialisasi tersebut bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang.

Akurasi.id, Bontang – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bontang membuat program untuk basmi hoaks di tengah pandemi sekaligus di dalamnya menjaring berita hoaks tentang vaksin Sinovac yang tersebar luas di Bontang. Program sosialisasi tersebut bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang.

Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Pengelolaan Informasi Publik Diskominfo Bontang Yudhi Pancoro mengatakan, penyebaran berita hoaks vaksin Sinovac masif beredar di masyarakat. Terutama di media sosial (medsos) seperti Facebook dan grup WhatsApp. Dia menilai berita tersebut mengakibatkan masyarakat enggan diberi vaksin.

“Seiring berkembangnya teknologi, adanya berita hoaks itu juga menyerang psikologis masyarakat kita,” ucap Yudhi kepada awak media saat konferensi pers, di sela-sela Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar Badak LNG bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bontang, Sabtu (27/2/2021).

Oleh sebab itu, Diskominfo Bontang dan Diskes Bontang bekerja sama menyosialisasikan pentingnya vaksin serta menjaring berita hoaks kepada masyarakat. Yudhi menuturkan pihaknya rutin memberikan sosialisasi kepada masyarakat melalui media sosial, seperti Facebook dan Instagram. Sosialisasi tersebut berupa infografis data perkembangan kasus Covid-19 di Bontang.

“Kami juga sering update video dan infografis terkait Covid-19 hingga imbauan protokol kesehatan melalui medsos,” tuturnya.

Berdasarkan data yang diperoleh Kominfo Bontang dari pusat, Yudhi membeberkan hingga saat ini terdapat 119 berita hoaks tentang vaksin Sinovac yang berhasil dijaring. Dari data itu menjadi acuan Kominfo Bontang untuk menjaring berita hoaks yang tersebar di masyarakat Kota Taman -sebutan Bontang-.

Baca Juga  Waduh! Cerita Petambak di Sungai Mahakam, Air Tercemar Minyak Sawit, Ratusan Kilo Ikan Mati

Yudhi pun membeberkan teknis yang dilakukan Diskominfo Bontang untuk menjaring peredaran berita hoaks. Meski dalam kondisi yang terbatas, pihaknya menjaring berita hoaks berbagai upaya. Salah satunya menjaring berita hoaks hanya dari melihat judulnya yang provokatif.

“Biasanya berita hoaks itu judulnya heboh, bombastis, dan provokatif. Selain itu, kami juga mengecek jaringan beritanya melalui a Uniform Resource Locator (URL) apakah terverifikasi atau tidak,” bebernya.

Dengan adanya program tersebut, Yudhi berharap nantinya masyarakat dapat memilah berita yang benar. Serta tidak menyebarkan berita hoaks di medsos. Dia pun berharap peran penting media massa dalam memberi edukasi terkait pentingnya vaksin untuk mencegah penyebaran Covid-19 semakin luas.

Baca Juga  Kumpulan Ucapan Berbuka Puasa Anti Ribet untuk Pacar, Kawan, Pimpinan

“Selain media, juga butuh peran semua pihak untuk menaati protokol kesehatan. Percuma diberlakukan work from home, tapi ternyata masih keluyuran,” tegasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data infografis perkembangan Covid-19 di Bontang sejak Maret hingga 26 Februari 2021, total kasus positif mencapai 5.063, pasien sembuh sebanyak 4.176 orang, suspek sebanyak 788 kasus, dan meninggal sebanyak 82 orang. Sedangkan jumlah penambahan kasus per 26 Februari 2021, kasus positif bertambah sebanyak 89 orang, sembuh sebanyak 64 pasien, dan suspek sebanyak 1 orang. (*)

 

Penulis: Suci Surya Dewi

Editor: Rachman Wahid

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks