Trending

Tunggu Arahan Dinas Pendidikan, Beberapa Sekolah Siap Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Tunggu Arahan Dinas Pendidikan, Beberapa Sekolah Siap Gelar Pembelajaran Tatap Muka
Tunggu arahan Disdik, beberapa sekolah siap gelar PTM (ilustrasi)

Tunggu arahan Dinas Pendidikan, beberapa sekolah siap gelar pembelajaran tatap muka. Kota Bontang diizinkan menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas setelah diberlakukannya PPKM level 3.

Akurasi.id, Bontang – Sekolah masih menunggu arahan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bontang terkait penyelenggaraan pembelajaran tatap muka (PTM) seiring perubahan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM level 3. Beberapa sekolah siap gelar pembelajaran tatap muka walaupun terbatas.

Seperti diketahui, Kota Bontang diizinkan menggelar PTM terbatas setelah diberlakukannya PPKM level 3. Secara umum, semua sekolah dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi di wilayah Bontang boleh mengadakan PTM dengan maksimal kapasitas murid 50 persen.

SMPN 1 Bontang di Jalan Piere Tandean misalnya, masih belum mendapat arahan untuk mengadakan PTM terbatas.

”Sampai saat ini belum ada Instruksi,” kata Kepala SMPN 1 Bontang, Riyanto saat dihubungi, Kamis (26/08/2021).

Ia menyebut sekolahnya siap untuk kembali mengadakan PTM. Pasalnya, sekolah ini pernah menjadi bagian dari sekolah di Bontang yang terpilih untuk mengadakan uji coba PTM beberapa waktu lalu . Sekolah itu pun sudah siap dengan infrastruktur yang mendukung protokol kesehatan.

Saat ini, sesuai arahan Wali Kota Bontang Basri Rase, mengenai syarat vaksinasi, total 49 tenaga kependidikan di SMP tersebut, 48 guru juga sudah divaksin. Hanya 1 orang yang belum, dikarenakan memiliki komorbid atau penyakit penyerta. Bahkan, per tanggal 20 Agustus lalu, 80 persen dari total 837 murid dilaporkan sehat dan sudah divaksin.

Baca Juga  Kabar Baik !! Arab Saudi Buka Pintu bagi Jamaah Indonesia, Kemenag Bontang Tunggu Regulasi

”Kalau guru, sisa satu orang yang belum divaksin. Karena ada penyakit bawaan,” ujar Riyanto.

Dengan kesiapan itu, ia pun berharap sekolahnya dapat ikut serta dalam penyelenggaraan PTM terbatas kali ini. Dalam waktu dekat ini, pihaknya akan bersurat ke Dinas Pendidikan Kota Bontang untuk pengusulan menggelar PTM.

”Kami akan mengajukan untuk menggelar PTM. Karena jika melihat kondisi sekarang, banyak orang tua siswa yang mengeluhkan pembelajaran daring,” tukasnya.

Senada, SMPN 2 Bontang di Jalan KS Tubun, Tanjung Laut Indah, Bontang Selatan, juga menantikan bisa mengadakan PTM. Pada Juni lalu sekolah tersebut pernah memenuhi kriteria untuk menyelenggarakan model pembelajaran yang menggabungkan tatap muka dan daring.

Baca Juga  RI Punya Utang Tersembunyi dari China Rp 245 Triliun

”Ya, semoga PTM dibuka lagi di sekolah ini,” kata kepala sekolah SMPN 2, Eko Juniarto, saat dihubungi secara terpisah.

Sejauh ini, ia mengaku baru mendengar kabar akan dilakukan PTM terbatas dengan kapasitas murid sebanyak 50 persen. Namun, arahan terkait belum ia dapatkan langsung dari Dinas Pendidikan Kota Bontang.

“Saya baru baca surat edarannya tadi pagi,” katanya.

Sama seperti masa uji coba PTM, Juni lalu, Eko mengatakan, sekolahnya siap mengadakan PTM terbatas. Dengan infrastruktur penunjang protokol kesehatan yang ketat.

Baca Juga  Wacana Nama Jalan Ataturk di DKI Berujung Protes, Begini Kronologisnya

Sementara itu, dari survei sebelumnya, antusiasme wali murid untuk kembali mengadakan PTM sangat tinggi. ”Waktu kemarin, 80 persen orang tua minta PTM. Sekarang belum disurvei lagi,” ujarnya.

Disisi lain, Kabid Pendidikan Sekolah Dasar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Saparudin mengatakan, setiap sekolah diperbolehkan menggelar PTM dengan catatan semua guru telah divaksin.

“Kalau sekolah sudah siap dengan infrastruktur penunjang protokol kesehatan serta gurunya sudah divaksin, silakan mengajukan untuk PTM,” ucap Saparudin.

Usai menerima usulan dari pihak sekolah, Disdikbud selanjutnya akan menelaah, serta melakukan pemeriksaan, apakah sekolah tersebut benar-benar siap atau tidak.

Baca Juga  12 Perusahaan Properti China Gagal Bayar Utang sampai US$3 Miliar

“Terlebih dahulu dilakukan survei kepada orang tua siswa, apakah setuju atau tidak untuk PTM. Sebab seyogianya PTM bisa dilaksanakan dengan izin dari orang tua murid,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Bontang Basri Rase, mengatakan, akan memberikan rekomendasi setiap sekolah menggelar PTM setelah para muridnya telah mendapat suntikan vaksin dosis ke dua.

“Sekolah dibolehkan gelar tatap muka, asalkan sudah suntik vaksin dosis kedua. Kalau masih dosis pertama jangan dulu,” ujar Basri, Wali Kota Bontang, Kamis (26/8/2021).

Basri tidak menetapkan jadwal penerapan PTM. Sebab masing-masing sekolah tidak menggelar PTM secara serentak. Disesuaikan dengan kesiapan pihak sekolah.

Baca Juga  Draf RUU IKN: Pemindahan Ibu Kota Negara Sebelum Jabatan Jokowi Berakhir

“Jika sekolah sudah siap. Maka mereka sudah boleh PTM. Sambil menunggu giliran sekolah lain dapat dosis ke dua,” ungkap Basri.

Kebijakan yang mengharuskan dosis kedua sebelum PTM digelar, merupakan otoritas dari kebijakan Pemkot Bontang. Meski, kebijakan dari pemerintah pusat telah memberikan lampu hijau untuk gelar PTM bagi daerah yang berstatus PPKM Level 3.

Basri menjelaskan, tingkat risiko tertular pelajar yang baru ikut vaksinasi dosis pertama lebih besar, ketimbang mereka yang sudah suntik dosis kedua. Sehingga diperlukan vaksin dosis kedua, guna mengoptimalkan antibodi pada tubuh murid.

“Vaksin pertama belum terbentuk, setelah vaksin kedua selesai baru boleh PTM. Bukan cuman murid, guru juga harus divaksin. Itu aturan kita,” ujarnya. (*)

Penulis : Fajri Sunaryo

Editor: Rachman Wahid

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks