Trending

Hari Tasyrik Dilarang Berpuasa, Ini Alasan dan Penjelasannya

Hari Tasyrik Dilarang Berpuasa, Ini Alasan dan Penjelasannya
Ilustrasi Jamaah haji memanjatkan doa agar wabah Pandemi Covid-19 segera berakhir. (Pikiran Rakyat.com)

Akurasi.id – Dalam agama umat Islam, ada sejumlah hari yang dianggap istimewa selain hari raya. Salah satunya yakni Hari Tasyrik setelah lebaran Idul Adha. Umat Islam selama hari tasyrik dilarang berpuasa.

Hari Tasyrik adalah hari yang jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 pada bulan Dzulhijjah kalender Hijriah. Sehari setelah Idul Adha, yang berlangsung selama tiga hari lamanya.

Selama tiga hari itu, adalah Hari Tasyrik yang merupakan rangkaian penting dalam Islam, tepat setelah Idul Adha.

Saat Hari Tasyrik, umat Islam yang sedang melangsungkan ibadah haji di Tanah Suci, melakukan kegiatan melempar jumrah di Mina.

Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan yang wajib dijalankan oleh seluruh jemaah haji.

Di hari yang penuh berkah tersebut, umat Islam dianjurkan untuk menikmati makanan dan minuman sebagai bentuk syukur atas nikmat Allah SWT.

Umat Islam selama hari tasyrik dilarang berpuasa.

Tidak seperti Idul Fitri, yang kebalikannya justru dianjurkan menjalani puasa enam hari di bulan Syawal.

Mengapa puasa di hari Tasyrik dilarang, ini alasannya dan penjelasan, dilansir dari KabarBanten.com, Rabu (21/07/2021) dari beberapa sumber:

1.Waktu tepat untuk menyembelih hewan kurban ini dimulai usai pelaksanaan sholat Idul Adha atau pada tanggal 10 Dzulhijjah hingga matahari terbenam di tanggal 13 Dzulhijjah atau pada akhir Hari Tasyrik.

2. Ada banyak keutamaan Hari Tasyrik yang perlu diketahui agar umat Islam senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda:

“Sesungguhnya hari yang paling mulia di sisi Allah Tabaroka wa Ta’ala adalah hari Idul Adha dan yaumul qorr (Hari Tasyrik).” (HR. Abu Daud)

Karena umat Islam dianjurkan untuk menikmati makanan dan minuman sebagai bentuk syukur atas nikmat Allah, maka haram hukumnya seorang muslim berpuasa di hari Tasyrik.

3. Dari riwayat Abu Hurairah r.a, Rasulullah mengutus Abdullah bin Hudzaifah agar mengelilingi Kota Mina serta menyampaikan jika:

“Janganlah kamu berpuasa pada hari ini karena ia merupakan hari makan, minum, dan berzikir kepada Allah.”

Itulah alasannya. Sebagai gantinya, ada amalan yang syarat akan keutamaan dalam hari Tasyrik tersebut.

Amalan ini bisa memberi keberkahan bagi siapa saja yang melaksanakan.

Berikut amalan-amalan yang bisa dilakukan saat hari Tasyrik:

1. Perbanyak Dzikir, bisa dilakukan di setiap aktivitas. Ini seperti saat salat wajib, makan dan minum, dan menyembelih hewan kurban.

Membaca tasmiyah (bismillah) dan takbir ketika menyembelih hewan kurban sangat mulia dilakukan.

Bagi yang sedang menunaikan ibadah haji, disarankan untuk berdzikir dengan takbir ketika melempar jumroh di hari Tasyrik.

Seperti dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda:

“Hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan banyak mengingat Allah.” (HR. Muslim, Ahmad, Abu Daud, Nasa’i).

2. Perbanyak syukur pada hari Tasyrik akan terkumpul berbagai macam nikmat seperi makanan, minuman, dan ketenangan hati dari Allah.

Dengan bersyukur, nikmat yang didapat baik saat hari Tasyrik dan hari-hari lainnya akan makin bermakna.

Allah juga akan senantiasi melipatgandakan nikmat yang diberikan bagi orang-orang yang rajin bersyukur.

3. Berkurban, adalah salah satu sunah yang disyariatkan oleh Alquran dan hadits.

Berkurban hanya bisa dilakukan pada Idul Adha dan hari Tasyrik. Seseorang yang mampu secara materi dapat melakukan amalan menyembelih hewan kurban seperti kambing, sapi, domba, ataupun kerbau.

Berkurban mampu mendekatkan diri pada Allah dan menjadi ungkapan rasa syukur atas apa yang telah dimiliki di dunia. Berkurban juga bermakna untuk mensucikan harta yang dimiliki.

4. Perbanyak doa, keistimewaan hari Tasyrik membuat tiap doa dan permohonan ampun bisa dikabulkan dengan segera.

Maka perbanyaklah berdoa di hari Tasyrik. Doa yang bisa dipanjatkan yakni doa sapu jagat untuk memohon keselamatan dunia dan akhirat.

Hari tasyrik merupakan salah satu hari di mana umat Islam dilarang berpuasa karena pada hari tasyrik adalah hari untuk makan dan minum.

Maka seorang muslim diwajibkan untuk makan dan minum. Ini sesuai dengan sabda Rasulullah.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Hari-hari Tasyrik adalah hari menikmati makanan dan minuman.” (*)

Editor: Yusva Alam

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks