Trending

Walau Tak Ada Pembubaran Paksa, Satpol PP Ingatkan Warga Samarinda Jaga Prokes Selama Salat Idulfitri

Walau Tak Ada Pembubaran Paksa, Satpol PP Ingatkan Warga Samarinda Jaga Prokes Selama Salat Idulfitri
Kasi Ops Satpol PP Samarinda, Boy LS saat dijumpai wartawan media ini di kantornya. (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)

Walau Tak Ada Pembubaran Paksa, Satpol PP Ingatkan Warga Samarinda Jaga Prokes Selama Salat Idulfitri. Nantinya, selama pelaksanaan salat Ied, seperti di Masjid Islamic Center dan Masjid Raya, Satpol PP bersama tim gabungan akan mengawal salat Ied berjalan sesuai prokes.

Akurasi.id, Samarinda – Memastikan pelaksanaan salat Idulfitri 1442 Hijriah atau 2021 yang tinggal menghitung hari berjalan dengan baik dan sesuai protokol kesehatan (prokes), menjadi salah satu tugas yang diemban Satpol PP Samarinda. Untuk itu, sejak dini, Satpol PP mengingatkan agar umat Islam yang hendak melaksanakan ibadah salat Ied menjaga prokes.

Pernyataan itu disampaikan Kasi Ops Satpol PP Samarinda Boy LS yang mana sebelumnya menyatakan, bagi rumah ibadah atau masjid yang melanggar prokes bakal mereka bubarkan. Menurutnya, apa yang dia sampaikan sebelumnya tidak bermaksud dalam artian yang sarkas atau memaksa membubarkan ibadah yang langgar prokes.

Dia menyampaikan, dalam pelaksanaan salat Idulfitri nanti, pihaknya tidak akan melakukan aksi pembubaran, melainkan memberikan pengawasan dan pengawalan agar pelaksanaan salat Ied bisa berjalan baik. Utamanya berlangsung sesuai prokes, sehingga jemaah tercegah dari penyebaran wabah Covid-19.

“Tidak ada niat kami melakukan pembubaran, saya akui perkataan (saya sebelumnya untuk membubarkan paksa salat Idulfitri yang langgar prokes) itu kehilafan saya,” ucap Boy saat ditemui Akurasi.id, Senin (3/5/2021) kemarin.

Ia menuturkan, tugas Satpol PP dan tim Satgas Covid-19 Samarinda yang dipimpin wali kota, nantinya akan melakukan pengawasan kepada kegiatan salat Ied, utamanya di titik-titik utama seperti di Masjid Islamic Center Samarinda atau Masjid Raya.

“Saat pengawasan nanti, bukan Satpol PP saja yang terlibat. Tapi ada dari BPBD Kota Samarinda, Dinas Kesehatan, dan teman-teman dari TNI-Polri yang akan berjaga. Kalau ada pelanggarann prokes saat salah Ied, penindakan akan kami sesuaikan aturan,” katanya.

Baca Juga  Pelabuhan Kotor Penuh Sampah, Pos Masuk Tak Dijaga, Dishub: Harusnya Dijaga Perusda AUJ

Boy menambahkan, dalam berbagai kegiatan formal dan non formal di masa pandemi, pihaknya tidak pernah melakukan tindakan pembubaran. Apalagi sampai terjadi  tindakan anarkis. Semua diupayakan dengan cara-cara persuasif.

“Kami bersyukur selama pandemi, setiap kegiatan masyarakat mau formal ataupun non formal tidak pernah kami melakukan pembubuaran, karena kami lebih menjunjung asas kemanusiaan,” ujarnya.

Jika pun ada pelanggran, lanjut Boy, akan ada tim teknis yang mengukur dan menilai seberapa pelanggaran prokes dilakukan. “Anjuran pemerintah pun jelas, tidak ada pembubuaran, hanya sebatas imbauan tetap mematuhi prokes,” ucapnya. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Dirhanuddin

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks