Trending

Usai Kaltim Dapat Rapor Merah Jokowi dan Curhatan Isran Noor yang Enggan Salahkan Masyarakat

Usai Kaltim Dapat Rapor Merah Jokowi dan Curhatan Isran Noor yang Enggan Salahkan Masyarakat
Presiden Jokowi memberikan rapor merah bagi Kaltim dalam penanggulangan Covid-19, Gubernur Kaltim Isran Noor turut memberikan respons. (Redaksi Akurasi.id)

Usai Kaltim Dapat Rapor Merah Jokowi dan Curhatan Isran Noor yang Enggan Salahkan Masyarakat. Gubernur Kaltim menyampaikan bahwa lonjakan kasus Covid-19 di luar prediksi. Walau Kaltim dapat rapor merah, namun Isran tidak mau melempar kesalahan pada masyarakat.

Akurasi.id, Samarinda – Lonjakan kasus terkonfirmasi Covid-19 menyebabkan Kaltim mendapat rapor merah dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Lantaran Kaltim termasuk dalam 5 provinsi dengan angka kasus terkonfirmasi positif tertinggi untuk wilayah luar Jawa-Bali, termsauk Sumatera Utara, Papua, Sumatera Barat, dan Riau.

Untuk diketahui, provinsi luar Jawa-Bali berkontribusi sebanyak 13.200 kasus atau 34 persen dari total kasus nasional pada 25 Juli lalu. Sementara per 6 Agustus, angka tersebut naik menjadi 21.374 kasus atau 54 persen.

Dalam hal ini, Gubernur Kaltim Isran  Noor menegaskan, tidak menyalahkan masyarakat hingga terjadi lonjakan kasus terkonfirmasi positif pada pemberlakukan PPKM Level 4 di Kaltim. “Jujur saja, lonjakan ini tidak kami prediksi. Karena, hingga saat ini masyarakat patuh dan taat menjalankan protokol kesehatan. Bahkan, Satgas Covid-19 nasional yang menyebutkan dan menyatakan itu,” kata Isran Noor.

Selain itu, kepatuhan masyarakat Kaltim dalam menjalankan prokes sudah dinilai baik oleh nasional. Kaltim mendapatkan penilaian 90 persen atau mendapatkan warna hijau dalam hal ini. Berbagai upaya dalam menekan kasus pun diakuinya telah dilakukan. Termasuk bekerjasama dengan Kodam IV Mulawarman dan Polda Kaltim, salah satunya dalam giat serbuan vaksinasi massal.

Kemudian, tracing, testing, dan treatment (3T) pun terus dilakukan. Untuk percepatan penanganan kasus di lapangan. Namun, mantan Bupati Kutim ini menyebut, lonjakan kasus juga disebabkan adanya tenaga kerja dari luar Kaltim. Setelah dilakukan tracing ternyata banyak yang sudah terpapar. “Jadi, bukan semata-mata masyarakat tidak patuh. Masyarakat Kaltim sangat patuh,” tegas orang nomor satu di Kaltim ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim, dr Padilah Mante Runa mengatakan, masyarakat Kaltim termasuk patuh selama pemberlakuan PPKM. Bahkan ia menyebut, BNPB menyatakan Kaltim sebagai provinsi paling taat melaksanakan prokes. Ia menuturkan, tingginya mobilitas masyarakat dari luar daerah Kaltim menjadi salah satu penyebab tingginya kasus Covid-19 baru-baru ini.

“Kita tahu sendiri kan Kaltim itu mobilitas manusianya tinggi sekali, terutama dari luar daerah. Karena di sini pusat industri besar seperti perminyakan, pertambangan, dan lain-lain. Otomatis arus ekonomi ini mengharuskan orang bolak-balik. Begitupun arus kapal tongkang dari luar negeri. Varian Delta kemarin masuk juga kan dari ABK kapal batu bara asal India,” kata dr Padilah.

Baca Juga  Wacana Nama Jalan Ataturk di DKI Berujung Protes, Begini Kronologisnya

Untuk itu, menurutnya sangat penting dalam mencapai herd immunity. Mengingat saat ini tingkat vaksinasi Kaltim baru mencapai 20 persen dari target 70 persen. Dengan rincian, vaksinasi tahap satu baru 18 persen dan vaksinasi tahap 2 baru mencapai 11 persen. “Vaksinasi kita masih sangat kurang dari pemerintah pusat. Targetnya 70 persen atau 2,9 juta jiwa, ini baru 20 persen,” pungkasnya. (*)

Penulis: Devi Nila Sari
Editor: Redaksi Akurasi.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks