Trending

Kutim Jadi Zona Merah, Sejumlah Jalan ‘Tikus’ di Tutup

kutim zona merah
Jalan Tikus yang ada di kilometer 13 Jalan Poros Sangatta-Bontang dipasang waterblock agar warga tak keluar masuk Kutim tanpa melewati posko pengawasan. (ist)

Akurasi.id, Sangatta – Setelah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) ditetapkan sebagai zona merah virus corona (Covid-19), tampaknya warga Kutim tak mengindahkan kebijakan untuk tetap di rumah saja. Sehingga Pemkab memutuskan untuk menutup sejumlah akses jalan keluar masuk Kutim.

baca juga: Pakai Alat Baru Imunofluoresensi, 26 Anggota DPRD Samarinda Ikuti Rapid Test

Dengan semakin bertambahnya pasien Covid-19, Bupati Kutim Ismunandar melarang warga melakukan mudik atau pulang kampung. Meskipun terkesan melanggar Hak Asasi Manusia (HAM), menurutnya langkah ini diambil demi kebaikan orang banyak.

Ismu pun meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim memasang waterblock sebagai portal permanen di jalan yang biasa dijadikan jalan ‘tikus’ agar tak bisa dilalui kendaraan.

“Semoga setelah ditutup tak ada lagi warga yang keluar masuk, jadi mereka yang mau masuk Kutim harus melewati posko di patung burung dan kalau masuk harus melakukan karantina dulu selama 14 hari di BPUTK, baru boleh masuk Sangatta,” katanya, Selasa (5/5/20).

Dari pantauan media ini, di sejumlah jalan di Sangatta terlihat masih banyak warga yang beraktivitas di luar rumah. Tampak pula jalanan masih ramai. Bahkan, sejumlah warga pun masih keluar masuk daerah Kutim.

Akhirnya, sebagai upaya peringatan untuk masyarakat Pemkab Kutim memasang billboard yang bertuliskan ‘Bahaya… Pasien Covid-19 Kutim Terus Bertambah, RSUD Kudungga Dipenuhi Pasien Corona, Kapan Anda Peduli, Awas Kutim Zona Merah’. Imbauan ini sengaja dipasang bertujuan agar warga Kutim sadar terhadap bahaya pandemi ini.

Selain pemasangan peringatan di billboard, sejumlah petugas baik dari tim Gugus Covid-19 maupun dari tenaga kesehatan juga turun langsung ke lapangan menempelkan stiker peringatan akan bahayanya pandemi tersebut.

Tim Gugus Tugas Covid 19 Kutim juga tak lupa memperketat penjagaan jalur keluar masuk Kutim. Bagi siapa pun yang hendak keluar atau masuk Kutim wajib dikarantina. Larangan mudik juga ditekankan. Meskipun hanya ke Bontang, Samarinda, Balikpapan, dan wilayah sekitarnya.

Larangan ini bertujuan agar tidak terjadi penambahan jumlah pasien Covid-19. Berdasarkan data yang terupdate, Kutim saat ini memiliki jumlah pasien terkonfirmasi sebanyak 21 orang. Mereka tersebar di beberapa kecamatan.

“Situasi sekarang ini darurat. Jangan memaksakan jika sayang keluarga. Jangan bepergian tahun ini,” tegas Ismu. (*)

Penulis: Ella Ramlah
Editor: Suci Surya Dewi

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks