HeadlineTrending

Dari Jenggala Bakau Jaga Konservasi Pesisir, Mapala Bontang Tabur Kelestarian dengan 250 Bibit Magrove

Dari Jenggala Bakau Jaga Konservasi Pesisir, Mapala Bontang Tabur Kelestarian dengan 250 Bibit Magrove
Para pengurus Mapala Stitek Bontang saat melakukan penanaman pohon bakau. (Istimewa)

Dari Jenggala Bakau Jaga Konservasi Pesisir, Mapala Bontang Tabur Kelestarian dengan 250 Bibit Magrove. Mapala Stitek Bontang menyadari betul, 77 persen Kota Taman adalah segara. Mengekalkan hutan bakau adalah cara terbaik menjaga lingkungan tersebut.

Akurasi.id, Bontang – Ada yang berbeda pagi kemarin, Minggu (6/6/2021), di Aula Khatulistiwa Mangrove Park, Salebba, Bontang Utara. Puluhan anggota Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) nampak memadati aula. Ya, kemarin adalah Milad Mapala Stitek ke-10.

Gerimis perlahan membasahi Kota Taman, sebutan Bontang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul 09.00 Wita. Peserta yang berasal dari Mapala Samarinda dan Sangatta mulai berdatangan. Acara milad dimulai dengan seremonial pemotongan tumpeng, dan dibuka Wakil Wali Bota Bontang, Najirah.

Seiring berjalannya acara, mereka tampak antusias. Sesekali para peserta mengamati keindahan alam di sekitarnya. Pohon bakau yang hijau itu tertata nan rapi. Tak terasa, acara seremonial telah usai. Jelang pukul 13.00 Wita, puluhan anggota Mapala bersiap menuju penanaman. Perjalanan menuju lokasi ditempuh sekitar 800 meter, melewati papan ulin di tengah jenggala bakau.

Lokasi penanaman di areal hutan mangrove ini merupakan tipe kajapah, yaitu tipe hutan mangrove yang berbatasan langsung dengan laut. Di mana kedalaman lumpur berkisar 1,2 meter. Hal itu tidak menyurutkan semangat mereka menanam 250 bibit bakau jenis Rhizophora Mucronata.

Satu sama lain saling berbagi tugas. Sebagian turun untuk menanam, dan sebagian lagi bertugas memindahkan bibit. Sesekali mereka berteriak pekik saling menyemangati. Menurut Fajri selaku ketua Mapala Stitek, penanaman bakau ini selain memperingati Milad Mapala, sekaligus merayakan Hari Lingkungan Hidup Dunia.

“Saya merasa solusi pembangunan ke depan adalah melalui green economy, dengan mewariskan alam yang baik untuk generasi mendatang. Makanya, milad kali ini kami membuat kegiatan penanaman,” katanya.

Baca Juga  Puluhan OKP Berkumpul Jelang Musda VII KNPI Kutim, Munir Pastikan Tidak Lagi Mencalonkan Diri

Dua pekan sebelumnya, anggota Mapala Stitek sudah merencanakan kegiatan secara matang. Ini sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Aktivitas tersebut tdiharapkan berdampak positif bagi penghijauan di kawasan pesisir Kota Taman.

“Semoga yang kami lakukan ini, bermanfaat untuk kelangsungan masyarakat Bontang,” ucap Muslimin Idris sebagai ketua panitia turut menaruh harapan.

Ia berujar, momen ini juga dijadikan ajang silaturahmi sesama pecinta alam. Kegiatan ini ikut melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), TNK Bontang, Mapala Balikpapan, Samarinda, dan Sangatta, serta sejumlah komunitas pecinta alam lainnya.

Dari Bakau untuk Kestabilan Kawasan Pesisir

Sesuai tajuknya, Hari Lingkungan Hidup Se-Dunia, keberadaan dan kelangsungan pohon bakau yang sudah ditanam harus dijaga dengan baik. Manfaat tanaman mangrove sendiri cukup banyak. Seperti mencegah erosi dan abrasi pantai. Juga berperan dalam pembentukan pulau serta menstabilkan daerah pesisir.

Apalagi Bontang merupakan kota kecil. Luas wilayahnya sekitar 497,57 kilometer persegi. Menariknya, 77,80 persen diantaranya adalah lautan atau sekitar 347,77 kilometer persegi. Sementara luas daratan hanya 149,80 kilometer persegi. Maka bisa dikatakan, hampir seluruh daerah di Bontang merupakan lautan.

Dengan kondisi ini, kepedulian masyarakat maupun pemuda terhadap lingkungan sangat dinantikan untuk keberlangsungan pesisir Kota Taman di masa mendatang. Apalagi, Mangrove Park dikenal sebagai tempat wisata yang indah.

Baca Juga  Waduh! Selain Sembako dan Pendidikan, Melahirkan Juga Bakal Kena Pajak Pertambahan Nilai

Wakil Wali Kota Bontang, Najirah yang turut hadir pada kegiatan ini mengapresiasi penanaman bakau yang dilaksanakan Mapala. Menurutnya, penanaman bakau sangat bermanfaat untuk mempertahankan ekosistem di daerah pesisir. Ia menyarankan kepada anggota Mapala untuk terus mengawasi dan merawat apa yang sudah ditanam.

Najirah mengakui, memiliki kepedulian dalam menanam mangrove. Bahkah, dua pekan terakhir ini, ia sudah mengikuti dua kali kegiatan penanaman mangrove di lokasi yang sama. “Setelah menanam, harus dijaga dan diawasi. Jangan ditinggal begitu saja,” ucapnya. (*)

Penulis: Fajri
Editor: Dirhanuddin

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks