Trending

Masih Ada Orang Tua Takut Anaknya Ikut Pembelajaran Tatap Muka?

Masih Ada Orang Tua Takut Anaknya Ikut Pembelajaran Tatap Muka
Pelaksanaan PTM yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Samarinda Jalan Drs H Anang Hasyim. (Devi Nila Sari/Akurasi.id)

Masih ada orang tua takut anaknya ikut pembelajaran tatap muka. Dari semua persiapan yang dilakukan, izin orang tua adalah hal paling penting agar anak-anak dapat melakukan tatap muka.

Akurasi.id, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda telah mengizinkan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) pada pelajar SD hingga SMP sejak beberapa pekan lalu. Perizinan ini pun disambut sukacita oleh para guru dan murid serta orang tua siswa.

Lantaran hampir dua tahun lamanya pelajar melaksanakan sekolah secara daring tanpa bertemu langsung dengan guru dan teman sekelas. Sehingga banyak pihak mendorong pelaksanaan PTM sebagai cara menyikapi loss learning.

Dari semua persiapan yang dilakukan, izin orang tua adalah hal paling penting agar anak-anak dapat melakukan tatap muka. Dalam hal ini, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Samarinda Mulyadi tak memungkiri masih ada orang tua yang tidak mengizinkan anaknya melaksanakan PTM dikarenakan beberapa alasan.

“Ya mungkin ada yang masih khawatir. Jadi karena ada siswa yang tidak diizinkan sekolah, satu kelas yang seharusnya berisi 16-17 orang berkurang beberapa anak. Yang jelas kami tidak memaksakan, karena memang izin pelaksanaan PTM siswa kami kembalikan kepada orang tua masing-masing,” kata dia, belum lama ini.

Namun demikian, ia memastikan, sekolah telah memenuhi semua persyaratan terkait protokol  kesehatan (Prokes) dan telah diberi rekomendasi agar dapat melakukan PTM. Adapun rekomendasi yang dimaksud berdasarkan instruksi Wali Kota Samarinda Andi Harun Nomor 430/1227/1.00.01 tentang penyampaian rekomendasi izin pembukaan PTM terbatas pada PPKM Level 3.

“Semua sudah kami penuhi seperti penyediaan tempat cuci tangan dan sebagainya. Kami juga akan terus melakukan evaluasi tentang pelaksanaan PTM. Walau dilakukan sebaik mungkin, kami juga tidak memungkiri ada kekurangan di sana ini,” ujarnya.

Baca Juga  Viral Video Pria Doktrin Anggotanya untuk Membunuh, PP Lakukan Kroscek

Hal serupa pun diungkapkan Kepala UPT Pendidikan Islamic Center Dayang Budiati. Ia mengatakan, beberapa orang tua masih enggan melepas anaknya PTM dikarenakan khawatir dengan kesehatan sang buah hati.

Namun hal tersebut tidak menjadi kendala, pembelajaran tetap dilaksanakan secara daring dan tidak mempengaruhi proses belajar dan mengajar di sekolah. “Justru anak-anak dan guru senang bisa melaksanakan PTM. Orang tua juga senang,” katanya.

Baca Juga  Viral Penjual Online Mendadak Ditagih Pajak Rp 35 Juta

Ketua Yayasan Baitul Muttaqin ini juga memastikan, pihaknya melaksanakan Prokes ketat seperti penggunaan masker dan jarak belajar sebagaimana tercantum dalam instruksi wali kota demi menjaga kesehatan para pelajar.

Adapun pelaksanaan PTM saat ini dilakukan dengan pembagian jam pelajaran kelas pagi dan siang, dengan kapasitas siswa maksimal 50 persen. Prokes ketat juga dilaksanakan sebagai antisipasi terjadinya kluster Covid-19 sekolah. (*)

Penulis: Devi Nila Sari
Editor: Rachman

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks