Trending

PPKM Kembali Diperpanjang untuk Wilayah Jawa-Bali Hingga 7-13 September

PPKM Kembali Diperpanjang 7-13 September
Pemerintah kembali memperpanjang PPKM mulai 7 hingga 13 September 2021. Simak aturan lengkap perjalanan penumpang di level 2, 3 dan 4. (istimewa)

Akurasi.id  –  PPKM kembali diperpanjang mulai 7 hingga 13 September 2021. Koordinator PPKM Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan, menyatakan ada sebelas kota di wilayah pengawasannya yang tercatat masih berada di level 4, termasuk Bali.

Sedangkan beberapa kota yang semula berada pada level 4 telah mengalami penurunan status PPKM-nya ke level 3. “Dari wilayah aglomerasi, DIY berhasil turun ke level 3, sementara Bali kami perkirakan butuh waktu 1 minggu lagi untuk turun ke level 3 dari level 4 akibat perawatan pasien di rumah sakit yang masih tinggi,” ujar Luhut, Senin petang, 6 September 2021, dilansir dari laman tempo.co, Selasa, (07/09/2021).

Pasca PPKM kembali diperpanjang, ketentuan kegiatan ekonomi hingga aktivitas sosial lainnya di wilayah PPKM level Jawa-Bali secara lebih detail diatur dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahunvaksi 2021. Untuk ketentuan perjalanan, pemerintah masih belum mengubah aturan seperti yang berlaku pada masa PPKM sebelumnya.

Berikut ini detail aturan perjalanan di wilayah level 2, 3, dan 4 yang berlaku untuk penumpang angkutan umum maupun angkutan pribadi.

LEVEL 4:

  • pelaku perjalanan domestik yang menggunakan mobil pribadi, sepeda motor dan transportasi umum jarak jauh (pesawat udara, bis, kapal laut dan kereta api) harus
    menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksinasi dosis pertama)
  • wajib menunjukkan PCR H-2 untuk pesawat udara serta Antigen (H-1) untuk moda transportasi mobil pribadi, sepeda motor, bis, kereta api dan kapal laut
  • ketentuan nomor 1 dan 2 hanya berlaku untuk kedatangan dari luar Jawa dan Bali atau keberangkatan dari Jawa dan Bali ke luar dari Jawa dan Bali, serta tidak berlaku untuk transportasi dalam wilayah aglomerasi sebagai contoh untuk wilayah Jabodetabek
  • untuk perjalanan dengan pesawat udara antar-kota atau kabupaten di dalam Jawa Bali dapat menunjukkan hasil negatif Antigen (H-1) dengan syarat sudah memperoleh vaksinasi dosis kedua, dan hasil negatif PCR H-2 jika baru memperoleh vaksin dosis 1
  • untuk sopir kendaraan logistik dan transportasi barang lainnya dikecualikan dari ketentuan memiliki kartu vaksin.

LEVEL 3:

Baca Juga  McDanny Sesenggukan Minta Maaf, Pasca Viralnya Video Penghinaan Terhadap HRS
  • menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksinasi dosis pertama)
  • menunjukkan PCR H-2 untuk pesawat udara serta Antigen (H-1) untuk moda transportasi mobil pribadi, sepeda motor, bis, kereta api, dan kapal laut
  • ketentuan nomor 1 dan 2 hanya berlaku untuk kedatangan dari luar Jawa Bali atau
    keberangkatan dari Jawa dan Bali ke luar Jawa dan Bali, serta tidak berlaku untuk
    transportasi dalam wilayah aglomerasi sebagai contoh untuk wilayah Jabodetabek
  • Untuk perjalanan dengan pesawat udara antar-kota atau kabupaten di dalam Jawa Bali dapat menunjukkan hasil negatif Antigen (H-1) dengan syarat sudah memperoleh vaksinasi dosis kedua, dan hasil negatif PCR H-2 jika baru memperoleh vaksin dosis 1
  • untuk sopir kendaraan logistik dan transportasi barang lainnya dikecualikan dari
    ketentuan memiliki kartu vaksin.
Baca Juga  Draf RUU IKN: Pemindahan Ibu Kota Negara Sebelum Jabatan Jokowi Berakhir

LEVEL 2:

  • pelaku perjalanan domestik yang menggunakan mobil pribadi, sepeda motor dan transportasi umum jarak jauh (pesawat udara, bis, kapal laut dan kereta api) harus menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksinasi dosis pertama)
  • menunjukkan PCR H-2 untuk pesawat udara serta Antigen (H-1) untuk moda transportasi mobil pribadi, sepeda motor, bis, kereta api dan kapal laut
  • ketentuan 1 dan 2 hanya berlaku untuk kedatangan dan keberangkatan dari dan ke Jawa dan Bali serta tidak berlaku untuk transportasi dalam wilayah aglomerasi sebagai contoh untuk wilayah Jabodetabek
  • untuk perjalanan dengan pesawat udara antar-kota atau kabupaten di dalam Jawa Bali dapat menunjukkan hasil negatif Antigen (H-1) dengan syarat sudah memperoleh vaksinasi dosis kedua, dan hasil negatif PCR H-2 jika baru memperoleh vaksin dosis 1
  • untuk sopir kendaraan logistik dan transportasi barang lainnya dikecualikan dari ketentuan memiliki kartu vaksin.

Editor: Yusva Alam

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks