Trending

Ratusan Pendatang Masih Serbu Samarinda, Surat Pembatasan dari Wali Kota Belum Diterima KSOP

pendatang samarinda
Hingga 6 April 2020, Pelabuhan Samarinda masih menerima kedatangan pendatang dari Sulsel. (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)

Akurasi.id, Samarinda – Masih banyaknya pendatang dari daerah zona merah atau terpapar wabah virus corona atau Covid-19 yang masuk ke Kota Samarinda membuat masyarakat mulai waswas. Apalagi, jumlah pasien positif corona di Samarinda seiring waktu juga terus bertambah.

baca juga: Sempat Beredar Kabar Ada 6 Warga Kaltim Positif Corona, Dinkes: Ada Kesalahan Input Data

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui surat bernomor 558.1/0445/100.05, yang diterbitkan pada 3 April 2020, meminta Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Samarinda, membatasi aktivitas penumpang di Pelabuhan Samarinda sebagai upaya pencegahan virus corona.

Namun kenyataannya, hingga 6 April 2020 hari ini, warga yang masuk ke Kota Tepian –sebutan Samarinda- masih saja terus terjadi. Pada Senin siang ini saja, terdapat sebuah kapal penumpang yang bersandar di Pelabuhan Samarinda dari daerah Pare-Pare, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Perihal hal itu, Kepala KSOP Kelas II Samarinda, Dwi Yanto mengaku, kalau pihaknya belum ada menerima secara resmi surat edaran tersebut. Dia berujar, kalau dirinya baru mendapatkan informasi itu dari stafnya.

pendatang
Pemerintah Samarinda telah mengeluarkan surat edaran berupa larangan pembatasan bagi pendatang yang masuk di Pelabuhan Samarinda. (Istimewa)

“Secara resmi saya belum menerima surat edaran tersebut,” ucapnya ditemui media ini di Pelabuhan Samarinda, Senin (6/4/20) siang.

Meski begitu, Dwi mengaku, dirinya akan segera meminta stafnya mencetak surat edaran yang didapatkan pihaknya di beberapa grup WhatsApp. Selanjutnya surat itu akan dikoordinasikan dengan para operator kapal.

“Selagi menunggu surat resmi dari wali kota, kami akan segera cetak terlebih dahulu yang ada di grup WhatsApp,” katanya.

Sebelumnya, Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang mengaku, kalau dirinya telah mengeluarkan surat edaran terkait dengan pembatasan aktivitas perkapalan penumpang di Pelabuhan Samarinda.

Dalam surat tersebut, Jaang mengaku, dirinya meminta kepada Kantor KSOP Kelas II Samarinda untuk membatasi penumpang yang berasal dari zona  merah atau lokal transmisi penyebaran pandemi corona. Salah satu daerah yang dimaksud yakni dari Sulsel.

Untuk diketahui, pada tanggal 5 dan 6 April 2020, Pelabuhan Samarinda masih menerima kedatangan kapal penumpang dari Pelabuhan Pare-Pare. Masuknya masyarakat Pare-Pare ke Samarinda sempat mendapatkan ruang pembicaraan tersendiri di media sosial.

Rata-rata di antar warga internet khawatir jika kedatangan para pendatang itu akan membawa wabah virus corona. Apalagi di tengah kondisi Samarinda yang sudah terdapat pasien positif Covid-19. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Dirhanuddin

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks