Kabar PolitikTrending

Rishi Sunak Kalah Telak, Keir Starmer Jadi Perdana Menteri Inggris

Sunak akan Segera Mengajukan Pengunduran Diri kepada Raja Charles III

Loading

London, Akurasi.id – Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak mengalami kekalahan telak dalam pemilihan umum parlemen yang digelar pada Kamis (4/7). Kekalahan ini menandai berakhirnya dominasi 14 tahun Partai Konservatif di pemerintahan Inggris. Dalam pemilu kali ini, Partai Buruh yang dipimpin oleh Keir Starmer berhasil meraih kemenangan signifikan, dengan memperoleh 326 dari 650 kursi di parlemen.

Pada Jumat (5/7), Sunak mengakui kekalahannya dan menyampaikan selamat kepada Keir Starmer atas kemenangan Partai Buruh. “Partai Buruh telah memenangkan pemilihan umum ini, dan saya menelepon Pak Keir Starmer untuk mengucapkan selamat atas kemenangan dia,” ujar Sunak dengan wajah muram, sebagaimana dikutip dari Reuters. Dia juga menegaskan bahwa kekuasaan akan berpindah tangan secara damai dan tertib dengan itikad baik dari semua pihak.

Baca Juga  Harapkan Pilkada Berjalan Lancar dan Aman, KPU Kukar Gelar Acara Doa Bersama

Sunak, yang tetap mempertahankan kursinya sebagai anggota parlemen untuk Richmond dan Northallerton, menekankan komitmennya terhadap stabilitas dan masa depan negara. “Hari ini, kekuasaan akan berubah dengan damai dan tertib, dengan itikad baik semua pihak. Hal ini seharusnya akan membuat kita yakin atas stabilitas dan masa depan negara kami,” sambungnya.

Dalam pemilihan umum ini, Partai Buruh berhasil mengamankan kemenangan besar dengan 326 kursi dari total 650 kursi di House of Commons. Beberapa jajak pendapat bahkan memprediksi Partai Buruh akan meraih hingga 410 kursi. Sebaliknya, Partai Konservatif hanya memperoleh 70 kursi, menandakan kekalahan terburuk dalam sejarah partai tersebut.

Baca Juga  Gubernur Kaltim Larang Belajar Tatap Muka, Komisi I DPRD Bontang Usul Belajar dengan Sistem Sif
Jasa SMK3 dan ISO

Kemenangan Partai Buruh ini menandai kembalinya mereka ke tampuk kekuasaan untuk pertama kalinya sejak Gordon Brown dilengserkan oleh David Cameron pada 2010. Kini, Keir Starmer diharapkan dapat membentuk pemerintahan baru dan mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi Inggris, termasuk pertumbuhan ekonomi yang lesu, pelayanan publik yang kewalahan, kekurangan dana akibat pemotongan anggaran, dan tekanan finansial lainnya.

Baca Juga  Upacara HUT RI ke-79 Jokowi Ajak Megawati dan SBY ke IKN Nusantara

Sunak akan segera mengajukan pengunduran diri kepada Raja Charles III, yang kemudian akan meminta Starmer, sebagai pemimpin partai terbesar di parlemen, untuk membentuk pemerintahan baru.

Dengan hasil ini, Inggris memulai babak baru di bawah kepemimpinan Partai Buruh dan Keir Starmer sebagai Perdana Menteri, yang diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi negara.(*)

Penulis: Tama
Editor: Ani

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Back to top button