HeadlineTrending

Pasien Meninggal di Depan UGD, RSUD AW Sjahranie Akui Kebanjiran Pasien Covid-19

Pasien Meninggal di Depan UGD, RSUD AW Sjahranie Akui Kebanjiran Pasien Covid-19
Pasien meninggal di depan UGD RSUD AW Sjahranie Samarinda lantaran tak mendapatkan penanganan. (Istimewa)

Pasien Meninggal di Depan UGD, RSUD AW Sjahranie Akui Kebanjiran Pasien Covid-19. Kondisi itu diperparah lantaran saat ini ada lebih dari 200 tenaga kesehatan RSUD AW Sjahranie tengah menjalani isolasi mandiri.

Akurasi.id, Samarinda – Lantaran tak mendapatkan penanganan rumah sakit, seorang wanita paruh baya dikabarkan meninggal dunia di dalam mobil ambulans saat berada di depan pintu UGD RSUD AW Sjahranie Samarinda, pada Senin (26/7/2021) pukul 02.00 Wita.

Dalam video yang tersebar di media sosial, terlihat, para relawan dari Masjid AT-Taufiq yang membawa pasien tertahan saat ingin masuk UGD. Tak kunjung dapat penanganan, sekitar 30 menit kemudian, akhirnya pasien tersebut diketahui telah meninggal dunia.

Saat dikonfirmasi, kejadian itu pun dibenarkan pihak rumah sakit. Menurut Humas RSUD AW Sjahranie Samarinda, dr Arysia Andhina, saat itu pihaknya sudah tidak mampu dalam menangani pasien yang datang.

“Memang benar ada kejadian seperti itu. Kemampuan kami menangani pasien sudah sampai batas maksimal, dampak seperti ini pasti akan terjadi,” tulis Arysia dalam Grub WhatsApp RSUD AW Sjahranie yang beranggotakan jurnalis, pada Senin (26/7/2021).

Ia menerangkan, saat itu pihaknya tidak bermaksud untuk menolak pasien, melainkan rumah sakit saat ini kekurangan tenaga kesehatan (nakes). “Keluarga pasien ini juga sudah menghubungi rumah sakit lain, dan mereka juga tidak sanggup. Dan ditambah karena sampai saat ini sudah 250 lebih nakes kami sedang menjalani isoman,” jelasnya.

Kondisi seperti saat ini, meskipun rumah sakit mencukupi dalam ketersediaan fasilitas tempat tidur, menurutnya, tidak akan terlalu membantu jika laju penambahan pasien Covid-19 lebih cepat. “Harapan kami memang ada penambahan fasilitas kesehatan untuk mengatasi masalah overload pasien ini. Dan hal ini merupakan wewenang pemerintah daerah,” harapannya.

Arysia menambahkan, saat ini nakes merupakan sumber daya manusia (SDM) yang sulit dicari, lantaran hampir diseluruh rumah sakit di Samarinda, nakes tengah berjuang melawan virus Covid-19. Baik dalam bertugas di rumah sakit maupun tengah menjalani isoman.

Baca Juga  Mahasiswa Bontang Diduga Terlibat Praktik Aborsi, Organisasi Pelajar Prihatin Sekaligus Menyayangkan

“Tentu akan memerlukan waktu merealisasikannya dengan segera. Sehingga pencegahan penyebaran di masyarakat dan edukasi, serta sosialisasi masalah keterbatasan faskes saat ini perlu juga disampaikan ke masyarakat,” tandasnya. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Dirhanuddin

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks