Hukum & KriminalTrending

Rumilah Nyaris Tewas Saat Tagih Utang Emas 72 Gram

Tetangga Beli Mobil Baru, Rumilah Terancam Pembacokan

Loading

Pati, Akurasi.idNasib malang menimpa Rumilah, seorang janda asal Pati, Jawa Tengah, yang nyaris tewas akibat ancaman tetangganya saat menagih utang emas seberat 72 gram. Peristiwa ini terjadi di Perumahan RSS Sidokerto, Kecamatan Pati, pada Senin (8/7/2024).

Selama 15 tahun, utang tersebut belum dilunasi oleh tetangga Rumilah yang berinisial A. Meskipun demikian, baru-baru ini Rumilah mengetahui bahwa tetangganya tersebut justru mampu membeli mobil baru, yang memicu emosinya untuk menagih haknya.

Saat menagih utang, Rumilah justru mendapat ancaman pembacokan dari A yang membawa golok. Peristiwa ini membuat Rumilah merasa sangat syok dan khawatir akan keselamatannya. “Saya takut dan khawatir jika suatu hari saya benar-benar dibacok. Sehingga kami laporkan ke pihak polisi,” kata Rumilah, Kamis (11/7/2024).

Menurut pengakuan Rumilah, 15 tahun yang lalu A meminjam emas seberat 72 gram dengan komitmen akan mengembalikannya dalam bentuk emas juga. Namun, hingga kini, utang tersebut belum juga dilunasi.

Baca Juga  Terungkap! 7 Fakta Menyeramkan Pembunuhan ‘Wanita dalam Koper’ yang Menggemparkan Publik
Jasa SMK3 dan ISO

“Dulu pelaku utang ke saya berupa emas 72 gram dengan komitmen utang emas bayar emas. Dia itu utangnya emas, bukan uang. Saya mintanya dikembalikan dalam bentuk emas juga,” tutur Rumilah.

Setelah mengetahui bahwa tetangganya mampu membeli mobil baru, Rumilah menanyakan perihal utang tersebut kepada istri A saat kegiatan arisan dasa wisma (dawis) pada Senin (8/7/2024). Namun, bukannya mendapat jawaban yang baik, Rumilah malah diancam hendak dibacok oleh A yang marah dengan tuntutan tersebut.

Anak perempuan Rumilah, Rahma, mengatakan bahwa setelah ancaman tersebut, ibunya selalu ketakutan dan tidak berani keluar rumah. “Sampai hari ini, Ibu belum berani keluar rumah. Padahal biasanya salat subuh berjemaah di masjid,” kata Rahma.

Baca Juga  Petinggi Satpol PP Surabaya Diduga Jual Barang Sitaan, Begini Kronologinya

Pihak keluarga berharap Polresta Pati segera menindaklanjuti aduan ini agar pelaku bisa diberi efek jera dan ibunya bisa menjalani kehidupan sehari-hari dengan tenang. “Jadi setiap aduan/laporan masyarakat wajib kami, kepolisian, menindaklanjutinya,” kata Plt Kasi Humas Polresta Pati, Ipda Muji Sutrisna.

Aksi brutal tetangga seperti ini bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya, pada Jumat (21/6/2024), di Desa Pulosari, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, seorang PNS di Dinas Pertanian Tulungagung bernama AZ diserang oleh tetangganya, Wg, dengan sebilah sabit.

Baca Juga  Pemkot Siapkan Anggaran Rp 15 Miliar untuk Penanggulangan Covid-19

Akibat serangan tersebut, AZ mengalami luka parah di bagian perut sebelah kanan dan tangan kanannya. Pelaku Wg diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan sering bermasalah dengan tetangganya, terutama terkait batas tanah.

Kapolsek Ngunut, Kompol Rudi Purwanto, menjelaskan bahwa Wg telah diamankan di Mapolsek Ngunut untuk proses hukum lebih lanjut. “Yang bersangkutan telah kami amankan di Mapolsek Ngunut untuk proses hukum lebih lanjut,” jelas Kompol Rudi Purwanto.

Kasus-kasus ini menunjukkan bahwa pertikaian antar tetangga bisa berujung pada tindakan kekerasan yang mengancam nyawa. Oleh karena itu, penting bagi pihak berwenang untuk segera menindaklanjuti setiap laporan dan aduan masyarakat guna mencegah kejadian serupa terulang.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Back to top button