Trending

Catat!!! Satpol PP Bakal Bubarkan Paksa Salat Idulfitri yang Melanggar Protokol Kesehatan

Catat!!! Satpol PP Bakal Bubarkan Paksa Salat Idulfitri yang Melanggar Protokol Kesehatan
Pemerintah mengingatkan agar seluruh masjid dan jemaah memperhatikan prokes selama pelaksanaan salat Idulfitri jika tidak ingin dibubarkan Satpol PP. (Ilustrasi)

Catat!!! Satpol PP Bakal Bubarkan Paksa Salat Idulfitri yang Melanggar Protokol Kesehatan. Untuk itu, pemerintah mengimbau sejak awal, agar para pengurus masjid dan jemaah benar-benar memperhatikan prokes selama pelaksanaan ibadah tersebut nantinya.

Akurasi.id, Samarinda – Situasi pandemi Covid-19 saat ini menjadi dilematis bagi sebagian besar umat beragama. Utamanya bagi umat beragama Islam. Karena pada akhir Ramadan nanti, umat Islam biasanya akan menutupnya dengan salat Idulfitri.

Nah, pelaksanaan salat Idulfitri selalu identik dengan berkerumunnya masyarakat dalam jumlah besar. Khususnya di tempat pelaksanaan salat Idulfitri. Misalnya masjid-masjid atau tanah lapang yang dipilih sebagai tempat dilaksanakannya ibadah salat Idulfitri.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan pandemi Covid-19. Di mana, anjuran dan imbauan untuk berkerumun dalam jumlah besar sangat diutamakan untuk mencegah wabah tersebut. Hal ini tentu menjadi sangat dilematis. Baik bagi masyarakat maupun pemerintah.

Sebagai umat muslim yang baik, ikut melaksanakan ibdah di hari besar tersebut tentu sangat dinanti-nantikan. Karena setelah berpuasa selama 1 bulan lamanya, maka tidak lengkap rasanya jika tidak menutup ibadah tersebut dengan melaksanakan salat Idulfitri.

Menyadari hal itu, sedini mungkin pemerintah mengingatkan seluruh masyarakat, utamanya umat beragama Islam agar ekstra memperhatikan protokol kesehatan (prokes) dalam pelaksanaan ibadah salat Idulfitri. Imbauan itu bukan tanpa alasan. Pemerintah tidak ingin sunami Covid-19 yang terjadi di India terulang di Tanah Air.

Di Kota Samarinda sendiri, Kasi Operasional Satpol PP Samarinda Boy LS, mengingatkan seluruh pengurus masjid yang akan melaksanakan salat Idulfitri, supaya benar-benar memperhatikan penerapan prokes. Karena jika tidak mengindahkan itu, Satpol PP mengancam akan membubarkan secara paksa pelaksanaan ibadah salat Idulfitri nantinya.

Baca Juga  Dilarang Konvoi Saat Malam Takbiran, Jalan di Samarinda Sepi

“Apabila dalam pemantauan kami, terlihat ada pelanggaran saat pelaksanaan salat Idulfitri, maka mau tidak mau kami akan melakukan pembubaran,” tegas Boy LS saat dijumpai media ini di kantornya, Kamis (29/4/2021).

Kepada media ini, Boy menerangkan, dalam pelaksanaan ibadah keagamaan memang sedikit sensitif. Namun demi tugas dan mencegah meledaknya wabah Covid-19, pihaknya tidak sungkan menegakan aturan yang sudah ada.

“Di satu sisi kita merayakan Idulfitri. namun di sisi lain, kita juga menertibkan. Memang agak dilematis juga sih. Namun saat pelaksanaan, kami akan berupaya memaksimalkan agar tidak terjadi tindakan anrakis saat penertiban,” tuturnya.

“Mungkin kami akan menyampaikan imbauan ini sejak awal kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pelaksanaan salat Idulfitri. Biar jemaah yang datang memang taat aturan protokol kesehatan,” tambahnya.

Mengenai aturan jumlah pengumpulan massa kegiatan, lanjutnya, pemerintah membatasi adanya kumpul-kumpul dalam satu ruangan. Sesuai dengan panduan pemerintah, hanya memberikan batas 50 persen dari daya tampung sebuah ruangan, termasuk rumah ibadah.

“Sesuai aturan, kan tidak boleh berkumpul lebih dari 50 persen sesuai daya tampung. Tapi mengenai kegiatan yang sifatnya outdoor, kami belum tahu bagaimana aturannya,” jelas dia.

Permasalah lain juga dalam pengamanan salat Idulfitri, yakni sulitnya menjangkau setiap kegiatan salat Idulfitri. Karena hampir semua masjid di Samarinda akan melaksanakan ibadah tersebut. Sementara personel yang dimiliki Satpol PP juga cukup terbatas.

Baca Juga  Jelang Idulfitri, Forkopimda Gelar Patroli Gabungan, Warga Dilarang Takbiran Keliling

“Salat kan hanya sebentar. Jadi jika kami mendapat informasi adanya pelanggaran, pastinya agak susah kami menjangkau tempat itu. Tapi semoga masyarakat dapat mendengar dan melaksanakan imbauan pemerintah,” harapnya. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Dirhanuddin

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks