Trending

Stok Menipis Picu Harga Pangan Naik Jelang Ramadan, Harga Cabai Rawit hinggga Ayam Paling Mencolok

Stok Menipis Picu Harga Pangan Naik Jelang Ramadan, Harga Cabai Rawit hinggga Ayam Paling Mencolok
Harga jual sembako di sejumlah pasar di Samarinda, termasuk di Pasar Kemuning Loa Bakung terus merangkak naik. (Redaksi Akurasi.id)

Stok Menipis Picu Harga Pangan Naik Jelang Ramadan, Harga Cabai Rawit hinggga Ayam Paling Mencolok. Kendati demikian, BI Kaltim memastikan, bahwa meski harga pangan meningkat, namun dari sisi inflasi masih cukup terkendali.

Akurasi.id, Samarinda Menjelang Ramadan memang selalu identik dengan adanya lonjakan harga pangan. Utamanya yang menjadi bagian dari sembako. Ini memang menjadi masalah klasik dari waktu ke waktu. Permintaan yang tinggi dan terbatasnya stok pangan menjadi pemicu naiknya harga tersebut.

Dari pantauan langsung media di Pasar Kemuning Loa Bakung, Sungai Kunjang, mendapati memang harga pangan rata-rata mengalami kenaikan. Di antara yang begitu mencolok yakni harga cabai. Jika sebelumnya hanya dijual Rp50-60 ribu per kilonya, maka sejak beberapa pekan terakhir harga jualnya mencapai Rp100-120 ribu per kilonya.

“Sekarang, semua harga sayur mayur serba naik pak. Sekarang semuanya mahal. Cabai sih yang paling terasa harganya naik. Suplai cabai yang ke kami juga sangat terbatas,” ujar salah seorang pedagang di Pasar Kemungking.

Merujuk pada data Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kaltim, pada Maret 2021, Kaltim mengalami inflasi pada level yang terkendali. Indeks Harga Konsumen (IHK) Kaltim pada Maret 2021 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,20 persen, sedikit lebih tinggi dari inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 0,18 persen.

Kepala Perwakilan BI Kaltim Tutuk SH Cahyono menjelaskan, secara tahunan, inflasi IHK Maret 2021 tercatat sebesar 0,74 persen, atau inflasi secara tahun kalender tercatat sebesar 0,53 persen. Kendati demikian, menurutnya inflasi Kaltim masih cukup terkendali.

“Berdasarkan kelompok pengeluarannya, inflasi Maret 2021 utamanya bersumber dari kenaikan harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang tercatat meningkat dari 0,40 persen pada bulan sebelumnya, menjadi 1,10 persen di bulan Maret 2021,” paparnya dalam rilisnya Senin (6/4/2021) kemarin.

Baca Juga  Masuk Kategori Wilayah Aglomerasi, Warga Kaltim Boleh Mudik Lokal

Masih dalam rilisnya, Tutuk menjabarkan, beberapa komoditas pangan mengalami peningkatan harga seiring terbatasnya pasokan serta adanya peningkatan permintaan masyarakat. Berdasarkan komoditasnya, cabai rawit, ikan layang/benggol, dan daging ayam ras tercatat menjadi komoditas utama penyumbang inflasi Maret 2021.

“Ketiga komoditas tersebut masing-masing tercatat mengalami kenaikan harga sebesar 28,72 persen, 10,62 persen, dan 1,94 persen. Ketiga komoditas tersebut memberikan total andil mencapai 0,24 persen terhadap pembentukan inflasi Kaltim,” ungkapnya.

Diakui dia, kenaikan harga cabai rawit juga terjadi di level nasional seiring menurunnya pasokan di daerah sentra akibat adanya gangguan produksi. Sementara kenaikan harga ikan layang/benggol juga disebabkan oleh terganggunya aktivitas penangkapan ikan karena curah hujan dan gelombang yang tinggi.

Di sisi lain, peningkatan harga daging ayam ras disebabkan oleh berlanjutnya kebijakan-kebijakan culling and cutting, sehingga membatasi produksi daging ayam ras sebagai langkah untuk menstabilkan harga pasca rendahnya daging ayam ras pada periode-periode sebelumnya.

“Peningkatan inflasi Kaltim lebih lanjut tertahan oleh deflasi pada kelompok transportasi. Kelompok transportasi tercatat mengalami deflasi sebesar 0,39 persen, setelah pada bulan sebelumnya mengalami inflasi sebesar 0,49 persen. Deflasi kelompok tersebut disebabkan oleh adanya PPKM di Kaltim yang membatasi aktivitas bepergian masyarakat,” tuturnya.

Tutuk menambahkan, koordinasi dalam kerangka Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di wilayah Kaltim terus dilakukan. Pada bulan Maret 2021, TPID di wilayah Kaltim melakukan kegiatan pengendalian inflasi daerah, salah satunya melalui penyelenggaraan Pasar Tani pada 20 Maret 2021.

“Kegiatan seperti itu akan diselenggarakan secara rutin ke depan. Upaya tersebut dilakukan dalam rangka mendukung program stabilisasi harga pangan bergejolak di Kaltim,” tandasnya. (*)

Penulis/Editor: Dirhanuddin

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks