HeadlineTrending

Sikap Varian Delta Mewabah di Kaltim, Pemerintah: Bukan Virusnya Ditakuti, Prokesnya Diperketat

Sikap Varian Delta Mewabah di Kaltim, Pemerintah: Bukan Virusnya Ditakuti, Prokesnya Diperketat
(Dari kiri) Wagub Kaltim Hadi Mulyadi, Kepala Dinkes Samarinda Ismed Kosasi dan Wali Kota Samarinda Andi Harun. (Redaksi Akurasi.id)

Sikap Varian Delta Mewabah di Kaltim, Pemerintah: Bukan Virusnya Ditakuti, Prokesnya Diperketat. Seperti Wagub Kaltim Hadi Mulyadi mengingatkan kunci melawan wabah itu ada pada ketaatan pada prokes. Hal serupa pun disampaikan Pemerintah Samarinda.

Akurasi.id, Samarinda – Kecepatan penularan Covid-19 di Kaltim membuat banyak pihak telah menduga Varian Delta atau varian B.1.617.2, mutasi SARS-CoV-2 telah memasuki Samarinda dari Juni lalu. Lantaran sejak Juni 2021 angka terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Tepian, sebutan Samarinda, juga mengalami peningkatan tajam.

Bahkan menyebabkan fasilitas bed pasien Covid-19 di rumah sakit terisi hampir 100 persen. Hingga tenaga kesehatan (nakes) pun kewalahan karena banyak yang turut terpapar. Untuk diketahui, di Kaltim terdapat 3 kabupaten/kota yang diketahui positif terdapat Covid-19 Varian Delta.

Berdasarkan hasil penelitian yang dikirim ke Laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Di Balikpapan, dari 10 sampel yang dikirim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, ditemukan sebanyak 3 sampel positif Varian Delta.

Kemudian, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang memastikan virus Covid-19 Varian Delta telah masuk di Kota Bontang. Lantaran dari 23 sampel yang dikirim pada Juni 2021, tercatat 3 diantaranya dipastika positif Varian Delta. Sedangkan di Samarinda sendiri 2 sampel dipastikan positif Varian Delta.

Menyikapi hal itu, Kepala Dinkes Samarinda, Ismed Kosasih mengatakan, pihaknya belum menerima data mengenai Varian Delta yang masuk ke Samarinda. Namun, melihat kecepatan penyebaran Covid-19 di antara masyarakat, sedari awal ia sudah meyakini Covid-19 Varian Delta sudah memasuki Samarinda.

“Karena data nasional yang sudah diekspos pemerintah pusat, kan menyatakan Varian Delta sudah memasuki seluruh penjuru Indonesia. Kalau dari ciri-cirinya memang sudah ada. Di Samarinda Covid-19 cepat sekali penularannya,” kata dia, pada Rabu (21/7/2021).

“Kalau dalam satu keluarga ada yang terpapar Covid-19 Varian Delta, maka biasanya anggota keluarga yang lain akan turut terpapar bahkan sampai ke anak-anaknya,” tambahnya.

Kendati demikian, ia menyampaikan tidak terlalu terfokus terhadap jenis varian Covid-19  yang masuk ke Samarinda. Namun lebih kepada ketepatan dan kecepatan penanganan pemerintah dalam menyikapi virus ini. Mengingat banyaknya masyarakat yang terpapar dan perlu penanganan.

Baca Juga  Beda Agama dan Tak Direstui Orang Tua Jadi Faktor Mahasiswi Asal Bontang Aborsi Janinnya

“Jadi menurut saya bukan masalah itu yang paling penting sekarang. Yang penting percepatan melakukan testing. Kalau cepat dilakukan penanganan Insyaallah kita terhindar dari kategori Covid-19 berat. Untuk itu 3T (Testing, Tracing, Treatment) harus kencang,” ucapnya.

Ketersediaan bed untuk pasien Covid-19 pun menjadi salah satu fokus utama pihaknya dalam menangani lonjakan kasus. Sebelumnya, Pemkot Samarinda telah menginstruksikan rumah sakit untuk menambah kapasitas bed occupancy rate (BOR) untuk pasien Covid-19 minimal 30 persen. “Yang paling penting sekarang sesuai instruksi Pak Wali Kota untuk menjaga ketersediaan BOR,” tegasnya.

Meski Samarinda Tak PPKM Darurat, Hadi Mulyadi Minta Prokes Tidak Kendor

Penyebaran Covid-19 yang masih masif di Kaltim mengharuskan masyarakat maupun pemerintah daerah untuk selalu waspada dan tidak pernah kendor dalam menerapkan prokes. Lantaran sejak Juni 2021 lalu peningkatan angka terkonfirmasi positif di Tanah Benua Etam, sebutan Kaltim, masih fluktuatif dan tak terkendali.

Untuk itu, Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim Hadi Mulyadi, mengingatkan masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap penyebaran Covid-19 dengan selalu menerapkan protokol kesehatan atau prokes. Ia membandingkan data perkembangan terkonfirmasi positif Covid-19 di dua kota besar Kaltim, yakni Samarinda dan Balikpapan.

Baca Juga  Terungkap, Mantan Penyidik KPK Ini Kerap Kunjungi Rita Widyasari di Lapas Tangerang

Seperti di Samarinda, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 terjadi pada 9 Juli 2021 dengan kasus sebanyak 250 orang. Sedangkan di Balikpapan, puncak tertinggi peningkatan kasus terjadi pada 13 Juli 2021 sebanyak 599 orang. Bahkan sebanyak tiga kali Kota Minyak, sebutan Balikpapan, mencapai angka terkonfirmasi positif lebih dari 500 orang.

“Ini perbandingan dua kota terkait positif Covid-19. Sehingga masyarakat Samarinda harus lebih waspada dan berhati-hati. Setiap orang yang datang dari Balikpapan juga harus di screening sebagai bentuk pencegahan,” ucap Hadi Mulyadi, Rabu (21/7/2021).

Pemprov Kaltim melalui Satgas Covid-19 kabupaten/kota, tak henti-hentinya mengimbau dan mengedukasi masyarakat pentingnya menegakkan prokes. Sebagai bentuk antisipasi terhadap penyebarang virus yang makin banyak menyasar masyarakat. “Untuk meminimalisir dan memutus rantai virus Corona, kuncinya ada pada masyarakat dengan selalu berperilaku disiplin dan menerapkan prokes,” tegasnya.

Baca Juga  Jaringan Internet Akan Mati Mulai 24-30 September 2021, Berikut Faktanya!

Sebagai informasi, berdasarkan Inmendagri Nomor 23 Tahun 2021, Kota Samarinda tidak termasuk dalam daerah yang wajib Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4. Karena hanya Balikpapan, Bontang, dan Berau yang masuk kategori PPKM Darurat.

Sementara itu, Wali Kota Samarinda Andi Harun menyampaikan, ada banyak pertimbangan sehingga Samarinda tidak jadi ditetapkan sebagai daerah dengan PPKM Darurat atau Level 4. Salah satunya, yakni kasus terkonfirmasi positif terhadap jumlah penduduk. Meskipun kasus positif di Kota Tepian tergolong tinggi, namun itu tidak lepas dari mobilitas masyarakat yang masuk ke Samarinda sebagai Ibu Kota Kaltim.

“Ingat loh, Samarinda ini masyarakatnya paling banyak di seluruh Kaltim. Kami juga menerima pasien Covid-19 dari daerah lain. Bukannya menolak, kami dengan senang hati menerima, hanya saja kami juga memiliki keterbatasan,” imbuhnya. (*)

Penulis: Devi Nila Sari
Editor: Dirhanuddin

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks