Trending

Rumah Sakit Kian Terbatas Paksa Warga Bontang Isoman, Pemerintah Pasang Stiker Permudah Pengawasan

Rumah Sakit Kian Terbatas Paksa Warga Bontang Isoman, Pemerintah Pasang Stiker Permudah Pengawasan
Lurah Guntung Ida Marsono dan Lurah Satimpo Andriana berencana akan memasang stiker khusus di rumah pasien yang menhalani isoman. (Fajri/Akurasi.id)

Rumah Sakit Kian Terbatas Paksa Warga Bontang Isoman, Pemerintah Pasang Stiker Permudah Pengawasan. Dua kelurahan di Bontang yang sudah akan menerapkan itu, yakni Kelurahan Satimpo dan Guntung.

Akurasi.id, Bontang – Ledakan demi ledakan kasus Covid-19 perlahan membuat rumah sakit mulai penuh dengan pasien positif. Ruang perawatan kian terbatas. Banyak tenaga kesehatan (nakes) ikut terpapar wabah. Hal itu memaksa banyak warga yang positif Covid-19 mengambil langkah isolasi mandiri atau isoman.

Namun belakangan, banyak di antara mereka yang menjalani isoman tidak terkontrol dengan baik oleh pemerintah. Terbatasnya tenaga kesehatan pun tidak dapat dipungkiri turut memperburuk pengawasan atas pasien yang melakukan isoman.

Di beberapa daerah di Jawa misalnya, dikabarkan bahkan ada warga meninggal saat isoman, lantaran tidak mendapatkan pengawasan dan penangganan kesehatan memadai. Tidak ingin hal serupa terjadi, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mencoba mengambil langkah inisiatif.

Lewat Pemerintah Kelurahan, Pemkot Bontang berinisiatif memasang tanda atau stiker di rumah warga yang menjalani isoman. Upaya pemetaan itu dirasa perlu dilakukan, dengan tujuan memudahkan pemerintah dan Satgas Covid-19 melakukan pengawasan dan pendataan.

Kelurahan Satimpo, Bontang Selatan misalnya, berencana memetakan pasien yang menjalani isoman. Rumah warga yang sedang melakukan isoman akibat terpapar Covid-19 akan dipasangi tanda stiker khusus. “Ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi dan melindungi keluarga isoman dan warga sekitar, agar terhindar dari penularan Covid-19,” kata Lurah Satimpo, Andriana saat dihubungi, Rabu (14/7/2021).

Kata dia, stiker yang akan jadi penanda itu telah disiapkan. Pemasangan tanda isolasi mandiri dilakukan ketika terdapat kasus terkonfirmasi positif dalam satu keluarga. Anggota keluarga atau kontak erat juga diharuskan melakukan isolasi mandiri dengan pengawasan hingga hasil swab PCR keluar. “Stikernya sudah kami siapkan. Rencananya besok (Kamis) tim satgas kelurahan turun untuk memasang ke rumah warga,” ucapnya.

Tak hanya di Kelurahan Satimpo. Terobosan baru ini juga akan diberlakukan di Kelurahan Guntung, Bontang Utara. Pemasangan stiker akan dilakukan intensif sebagai upaya mencegah warga positif Covid-19 keluar rumah saat isoman. Selain itu, melalui ketua RT setempat, Kelurahan Guntung juga gencar menginformasikan tentang pentingnya 5M dalam pencegahan penyebaran virus.

Baca Juga  Jaringan Internet Akan Mati Mulai 24-30 September 2021, Berikut Faktanya!

Lurah Guntung, Ida Marsono mengatakan, dengan adanya pemasangan stiker ini, diharapkan isoman yang tengah dilakukan bisa berjalan optimal dan tidak terjadi penyebaran virus pada warga yang lain. Namun begitu, ini juga butuh pengertian dan peran aktif masyarakat dalam memantau pelaksanaan isoman di wilayah masing-masing.

Dia mengajak warga untuk bergotong-royong membantu masyarakat sekitar yang sedang isolasi mandiri. “Warga dilingkungan sekitar rumah yang melakukan isoman juga kami imbau dapat saling menjaga, serta melindungi dengan cara aktif memonitor dan ikut mengawasi,” ucapnya.

Merujuk data Dinas Kesehatan (Dinkes) per Selasa (13/07/2021), seperti di Kelurahan Satimpo, tercatat setidaknya ada sebanyak 102 kasus aktif Covid-19. Sementara di Kelurahan Guntung, ada sebanyak 107 orang yang berstatus pasien aktif. Kebanyakan di antara pasien itu memilih menjalani isoman dengan berbagai pertimbangan.

Baca Juga  Jaringan Internet Akan Mati Mulai 24-30 September 2021, Berikut Faktanya!

Sebagai catatan, saat menjalani isoman, warga dilarang berkontak erat secara fisik dengan orang lain. Mereka diminta tetap berada dalam rumah atau sekitar rumah sendiri. Dalam menjalani isoman, warga perlu diawasi. Selain agar isolasi dijalankan dengan tertib, juga terkait pemantauan kondisi kesehatan pasien. (*)

Penulis: Fajri Sunaryo
Editor: Dirhanuddin

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks