Hard News

Waduh, Diguyur Hujan Semalam, Sangatta Mendadak Kebanjiran, Banyak Parit Mampat Jadi Dalangnya

Hujan
Hujan deras yang mengguyur wilayah Sangatta mengakibatkan air naik dan berdampak terjadinya banjir di sejumlah titik. (Ella Ramlah/Akurasi.id)

Akurasi.id, Sangatta – Hujan lebat disertai angin kencang sejak Senin (25/11/19) hingga Selasa dini hari memicu banjir di beberapa titik di Sangatta Utara, Kutai Timur (Kutim). Pantauan media ini, air sudah mulai menggenangi permukiman warga seperti di Gang Sahabat hingga Gang Daya Karya 3, Sangatta Utara.

Meningkatnya volume air menyebabkan warga Gang Daya Karya 3, salah satunya Ayudia Bahir (34) dan keluarga terpaksa sibuk menyelamatkan perabotan rumah tangga dari genangan air seperti kulkas, mesin cuci serta perabot lainnya yang bisa diganjal untuk ditinggikan agar tak kena air.

Baca Juga: Dari Ungkap Kasus Ilegal Logging, Para Pelaku Terancam Penjara 5 Tahun dan Denda Rp 2,5 Miliar

“Semalaman hujan, air langsung naik dan masuk ke dalam rumah sekitar jam 5 subuh,” jelas Ayudia kepada Akurasi.id.
Ayudia menambahkan jika kejadian seperti ini bukan pertama kalinya. Ia bahkan menyebut sudah menjadi langganan banjir, meski hujan tak terlalu deras kawasan Gang Daya Karya 3 sudah terbiasa dengan genangan air.

“Ini bukan pertama mbak. Tidak hujan deras pun, kadang wilayah kami ini banjir karena kadang air kiriman dari Gang Sahabat, mungkin parit di Gang Sahabat itu tidak lancar airnya, jadi meluap ke gang kami,” paparnya.

Warga yang bermukim di Gang Daya Karya 3 sudah bertahun-tahun merasakan kebanjiran. Oleh sebab itu, mereka pun selalu waspada dan bersiap-siap ketika sudah mulai hujan.

“Semalam banjirnya di atas mata kaki, tidak terlalu besar namun sangat mengganggu aktivitas apalagi naiknya debit air pas lagi tidur sangat mengganggu. Kadang kalau siap, sebelum air masuk rumah kami sudah menyelamatkan barang,” ujarnya.

MAHYUNADI

Sementara Endar (45) warga lainnya pun ikut mengeluh selalu kebanjiran saat musim hujan. Endar dan warga lainnya di Gang Daya Karya 3 ini pun minta pemerintah melalui ketua Rukun Tetangga (RT) agar bisa melihat penyebab apa sehingga wilayahnya menjadi langganan banjir.

“Kami maunya pemerintah dalam hal ini ketua RT melihat apa yang menjadi penyebab utama wilayah ini jadi langganan, karena kok tetangga gang tidak banjir, gang ini sudah tergenang,” harapnya.

Menurut dia, selama ini hanya meninggikan parit untuk menahan debit air. “Ditinggikan sedemikian tinggi, kalau normalisasi tidak dilakukan, percuma, karena pendangkalannya parah serta kelancaran parit ini memang belum ada penanganan,” tutupnya. (*)

Penulis: Ella Ramlah
Editor: Yusuf Arafah

Tags
Show More

Tinggalkan Komentar!

avatar

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close