Hard News

Waduh, Ratusan Unggas Warga di Kelurahan Pelita Samarinda Mati Secara Misterius, Bangkai Dibuang di Parit

Ratusan unggas warga Kelurahan Pelita
Unggas yang mati dibuang warga di parit samping lapangan pesawat Temindung Permai. (Muhammad Budi Kurbiawan/Akurasi.id)

Akurasi.id, Samarinda – Ratusan unggas warga Kelurahan Pelita, Kecamatan Samarinda Ilir, mati secara mendadak dalam kurung waktu 1 sepekan terakhir. Kematian unggas-unggas itu pun menjadi misterius lantaran warga sendiri tak tau penyebanya.

baca juga: Lantaran Sakit Hati Dipecat, Mantan Karyawan Ajak Keponakan Curi Truk Milik Perusahaan

Salah satu warga yang merupakan peternak unggas di Jalan Dirgantara, Sugeng (50) mengatakan, dalam kurung waktu 1 minggu terakhir ada puluhan unggas miliknya mati mendadak. Dia pun dibuat bingung dengan hal itu.

“Yang mati tiba-tiba itu saya tidak tahu juga penyakitnya kenapa, matinya kadang 5 hingga 10 ekor per hari, tiba-tiba juga, misalnya habis ini mati satu jam hingga dua jam saya lihati lagi ada juga yang mati lagi,” jelasnya, Selasa (7/7/20).

Sugeng sendiri mengakui baru pertama kali mengalami kejadian ini sejak 6 bulan terakhir menjalankan bisnis peternakan unggas. “Total unggas milik saya sekitar 63 yang mati mendadak, 3 ekor ayam, dan 60 ekor burung puyuh, lantaran takut merugi sisanya langsung saya potong,” katanya.

Selanjutnya puluhan unggas yang mati miliknya di buang ke dalam parit yang berada di samping lapangan Bandara Temindung Permai. Ia juga heran lantaran sejak 1 minggu terakhir telur yang dihasilkan dari burung puyuh berbeda dengan telur yang biasa ia dapat.

“Telur dari unggas yang mati tak memilki cangkang, saya juga tidak tahu penyebabnya apa,” paparnya. “Dan kejadian itu sudah saya laporkan juga ke ketua RT,” tambahnya.

Sementara itu, anggota FKPM bernama Dani yang juga mendapatkan laporan itu, berencana akan menyampaikan kasus kematian unggas-unggas itu ke dinas terkait untuk dapat diperiksa lebih lanjut. Karena kasus itu sendiri dilaporkan oleh skeitar 3 warga.

“Saat ini sudah ada 3 warga yang melaporkan bahwa unggas miliknya mati secara misterius, setelah ini rencananya kami akan melaporkan kepada Dinas Kesehatan dan Dinas Peternakan Samarinda untuk dapat dicek di lapangan,” katanya. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Dirhanuddin

Tags

Leave a Reply

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close