HeadlineIndepthPolitik

Wajah Baru Kuasai Dapil Kota Minyak

Wajah Baru Kuasai Dapil Kota Minyak
Hasanuddin Mas’ud, Eddy Sunardi Darmawan, Syafruddin (Istimewa)

Akurasi.id, Samarinda – Bagi partai politik (parpol) peserta Pemilu 2019, Daerah Pemilihan (Dapil) II Balikpapan dinilai sebagai medan pertarungan yang cukup sengit dalam memperebutkan kursi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim). Pasalnya, di dapil ini bertengger “para bintang” yang memenuhi komposisi calon anggota legislatif (caleg).

Selain politisi lama yang ikut bersaing di dapil tersebut, kehadiran tokoh-tokoh baru di Kota Minyak ikut meramaikan kontestasi di pesta demokrasi lima tahunan itu. Meski baru di Dapil II, tetapi mereka sudah malang melintang dalam jagat politik Bumi Etam.

Baca Juga : Parpol yang Kembali Berjaya di Karang Paci

Tak heran, perolehan suara setiap caleg dari partai papan atas dan menengah tak terlampau jauh. Formasi caleg, kerja tim, dan pergerakan mesin partai dinilai sebagai faktor yang melatarbelakanginya.

Belakangan ini, data perolehan suara bertebaran di media sosial. Tensi perebutan kursi wakil rakyat beriringan dengan saling klaim menang dan lolos di Gedung Karang Paci. Memang Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum merilis data resmi hasil pemilihan legislatif (pileg). Lalu bagaimana hasil pileg yang berlangsung secara serentak dengan pemilihan presiden (pilpres) pada 17 April 2019?

Baca Juga : PKB Gagal Raih Posisi Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ini Tanggapan Syafruddin

Data dihimpun Akurasi.id dari Adam Center menunjukkan, dari 10 kursi yang tersedia di Dapil Balikpapan, hanya delapan parpol yang mendapatkan kursi wakil rakyat. Antara lain Syafruddin (PKB), Bagus Susetyo (Gerindra), Eddy Sunardi Darmawan dan Baba (PDIP), Hasanuddin dan Yusuf Mustafa (Golkar), Fitri Maisyarof (PKS), Mimi Meriami (PPP), Sigit Wibowo (PAN), dan Muhammad Adam (Hanura).

Sementara perolehan suara partai, PKB memperoleh 23.526 suara, Gerindra mendapat 31.373 suara, PDIP mengantongi 56.507 suara, Golkar meraup 56.298 suara, dan NasDem mendapat 14.773 suara.

Selain itu, Partai Garuda 558 suara, Partai Berkarya 15.808 suara, PKS 35.753 suara, Partai Perindo 7.330 suara, PPP 19.220 suara, PSI 8.024 suara, dan PAN 16.466 suara. Kemudian Partai Hanura memperoleh 18.922 suara, Partai Demokrat 15.767 suara, PBB 7503 suara, serta PKPI 306 suara.

Perolehan suara caleg menjadi topik menarik di tengah persaingan perebutan kursi wakil rakyat tersebut. Hasanuddin bertengger di posisi teratas dengan perolehan 19.959 suara. Diikuti Eddy Sunardi Darmawan mengantongi 15.272 suara dan Syafruddin mendapat 13.311 suara. Di posisi berikutnya, Yusuf Mustafa memperoleh 12.666 suara, Baba mendapat 9.227 suara, dan Bagus Susatyo mengantongi 8.103 suara.

Wajah Baru Kuasai Dapil Kota Minyak

Yang Baru yang Berkuasa

Dari 10 caleg yang lolos di DPRD Kaltim lewat Dapil Balikpapan, tujuh orang di antaranya berlatar belakang pendatang baru. Mereka adalah Bagus Susetyo, Baba, Hasanuddin, Yusuf Mustafa, Fitri Maisyaroh, Mimi Meriami, dan Sigit Wibowo.

Hasanuddin bertengger di posisi teratas dengan perolehan 19.959 suara. Mengalahkan petahana yang umumnya mengantongi suara di bawah 16 ribu. Ini menandakan pendatang baru tak dapat diremehkan dalam persaingan perebutan kursi DPRD.

Ada pertanyaan menggelitik, mengapa pendatang baru dapat mengalahkan petahana? Barangkali salah satu alasannya karena Hasanuddin adalah satu di antara keluarga Mas’ud yang memiliki jejaring politik dari tingkat pusat hingga daerah.

Dia terlahir dari delapan bersaudara. Di antaranya Hasanuddin Mas’ud, Saharia Mas’ud (DPRD Sulbar), Rahmad Mas’ud, Yuliana Mas’ud (PT Cindara Pratama), Rudi Mas’ud (PT Barokah Group Perkasa), Siti Aisyah Mas’ud (birokrat), Hijrah Mas’ud (pengusaha), dan Abdul Gaffur Mas’ud (Wabendum HIPMI Jakarta dan Ketum Demokrat Balikpapan).

Keluarga Mas’ud mulai mendominasi jagat politik Bumi Etam semenjak Rahmad Mas’ud melenggang sebagai Wakil Walikota Balikpapan di pemilihan kepala daerah yang berlangsung pada 2016. Dia mendampingi Rizal Effendi. Keduanya didukung gerbong besar koalisi PDIP, PPP, Demokrat, dan NasDem.

Dua tahun kemudian, Abdul Gafur Mas’ud berhasil menjadi Bupati Penajam Paser Utara (PPU). Belakangan, muncul nama Rudi Mas’ud. Seorang caleg DPR RI dari Partai Golkar yang bertengger di posisi teratas di Dapil Kaltim.

Mengutip Suara Balikpapan, keluarga Mas’ud cukup dikenal di masyarakat sebagai keluarga pengusaha yang sukses. Data yang dihimpun media ini, umumnya mereka bergerak di bidang usaha perminyakan.

Kiprah keluarga ini juga moncer di pengelolaan persebakbolaan Bumi Etam. Pada 2018, keluarga Mas’ud mengambil alih Persiba Balikpapan. Rahmad Mas’ud disebut-sebut sebagai tonggak terpenting di balik manajemen klub sepakbola yang bertengger di liga nasional itu.

Dilansir dari Daulatrakyat.id, keluarga Mas’ud berdarah Bugis. Kebersamaan serta kepiawaian keluarga ini mampu menyolidkannya dalam penguasaan bidang politik dan sektor-sektor penting ekonomi di Kaltim.

Mereka yang Gagal Jadi Wakil Rakyat

Muhammad Adam dan Eddy Sunardi Darmawan adalah dua orang petahana yang lolos di Dapil II. Keduanya mendapatkan suara tertinggi di partainya. Ada pula petahana yang pindah dapil. Syafruddin tercatat melenggang di Gedung Karang Paci. Sebelumnya, dia berasal dari Dapil VI (Kutai Timur, Berau, dan Bontang).

Sebagai petahana, mereka diuntungkan dari segi elektabilitas karena memiliki rekam jejak dan pengaruh di tingkat pemilih. Kerja-kerja politiknya selama menjabat sebagai wakil rakyat di DPRD Kaltim jadi bagian penting yang melatarbelakangi sehingga mereka kembali dipercaya sebagai anggota dewan.

Ditemui Akurasi.id, Syafruddin mengaku hanya bekerja selama sembilan bulan untuk meraup 13.311 suara di Balikpapan. Itu pun diselingi kesibukan sebagai wakil rakyat di dapil sebelumnya.

Dia memiliki cara khusus untuk memengaruhi pemilih. Kerja politik yang kurang dari setahun di dapil baru dianggapnya sebagai medan ujian strategi politik. Sebagai pendatang baru di Dapil II, dia harus berhadapan dengan politisi kawakan yang telah malang melintang di Balikpapan.

“Pada intinya saya berupaya memahami pemilih. Karakteristik pemilihlah yang saya jadikan catatan untuk mendapatkan suara di Balikpapan. Saya mendatangi rumah-rumah warga. Memahami detail aspirasi mereka,” katanya, Ahad (5/5/19).

Namun di dapil tersebut, wajah lama juga ikut “berguguran”. Dalam pengertian, tak lagi dipercaya rakyat untuk menduduki jabatan anggota DPRD Kaltim periode 2019-2024. Mereka adalah Ahmad Rosyidi (PPP) dan Irwan Faisal (Golkar).

Wajah Baru Kuasai Dapil Kota Minyak
Budiman (Istimewa)

Pengamat politik dari Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Budiman mengatakan, ada beberapa alasan yang menyebabkan petahana tidak lolos. Salah satunya, mereka tidak mendapat dukungan dari pemilih karena tak memperlihatkan kinerja yang baik saat menjabat sebagai anggota DPRD Kaltim. “Bisa juga karena [mereka] jarang silaturrahmi dengan pemilih terutama akar rumput. Atau intinya tidak mampu merawat pemilih,” ungkapnya.

Alasan lainnya, petahana bersaing dengan para pendatang baru yang lebih kuat. Penyebabnya, dukungan finansial, ketokohan, dan jaringan. Khusus kader PPP, di samping alasan tersebut, faktor ketua umum yang terjerat kasus korupsi membuat pemilih beralih memilih PKB.

“PKB diuntungkan dengan gencarnya sosialisasi calon wapres Cak Imin yang masuk di pesantren. Bisa dibilang PKB sudah start duluan. PKB pintar sosialisasi di basis-basis pemilih yang berkelompok,” jelasnya. (*)

Penulis: Ufqil Mubin
Editor: Ufqil Mubin

5/5 (3 Reviews)
Tags

Artikel Terkait

1
Tinggalkan Komentar!

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
newest oldest most voted
trackback

[…] Wajah Baru Kuasai Dapil Kota Minyak […]

Back to top button
Close
Close