Hard NewsHukum

Wanita Lansia Asal Loa Janan Ditemukan Meninggal Tanpa Busana di Sungai Dekat Rumah

Wanita Lansia Asal Loa Janan Ditemukan Meninggal Tanpa Busana di Sungai Dekat Rumah
Seorang wanita lansia ditemukan meninggal tanpa busana di aliran sungai di bawah jembatan kayu di Loa Janan Ilir. (ilustrasi)

Akurasi.id, Samarinda – Warga Loa Janan Ilir, Samarinda Seberang, digegerkan dengan penemuan mayat seorang wanita lansia tanpa busana di aliran sungai kecil Jalan Soekarno Hatta, KM 1, Senin (3/8/2020) sekitar pukul 14.00 Wita.

baca juga: Waduh, Ketahuan Selingkuh, Pasangan Lesbi di Samarinda Cekcok Rebutan Harta Gono-Gini

Saat ditemukan, kondisi mayat wanita yang telah berusia lanjut itu berada di bawah jembatan kayu kecil, dengan kondisi tertelungkup dan tanpa sehelai pakaian. Dari penuturan keluarga korban, Muhammad Kafsar, diketahui mayat lansia itu bernama Satiya (82) warga Jalan Gerbang Dayaku, RT 08 Kecamatan Loa Janan Ulu, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Kepastian itu didapat saat Muhammad Kafsar datang ke RSUD AW Sjahranie Samarinda untuk mencari tahu identitas korban.

“Waktu mendapat info penemuan mayat, saya datang ke lokasi, namun sesampainya di sana, sudah berada di kantong mayat, jadi saya ikuti ke rumah sakit,” jelasnya saat memberi keterangan di Polsek Samarinda Seberang.

Dari keterangan keluarga korban, diketahui nenek Satiya memiliki riwayat penyakit Asam urat dan hanya tinggal sendiri di rumahnya yang berada 700 meter dari tempat mayatnya ditemukan.

Saat ini kasus ditangani Polsek Samarinda Seberang lantaran penemuannya berada di Kecamatan Loa Janan Ilir dekat dari perbatasan Samarinda dan Kutai Kartanegara.

Kapolsek Samarinda Seberang, Kompol Edison Sinaga menjelaskan, saat ini mayat berada di RSUD AW Sjahranie untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Namun untuk dugaan sementara korban meninggal akibat penyakitnya yang kambuh hingga membuat korban terpeleset ke sungai saat mandi di rumahnya yang berada di pinggir sungai.

“Saat dievakuasi oleh Inafis Polres Samarinda tidak ada ditemukan tanda-tanda adanya kekerasan, namun saat di evakuasi, mayat korban menggunakan protokol Covid-19,” jelas Kompol Sinaga saat ditemui di ruangannya pada Senin (3/8/2020).

Lanjut Kompol Sinaga, dari keterangan cucu  korban, nenek Satiya sudah dua hari menghilang, dan membuat pihak keluarga mencarinya.

“Dari penuturan cucunya, neneknya sudah dua hari menghilang, jadi waktu mendengar ada penemuan mayat dirinya langsung ke TKP untuk memastikan identitas korban,” pungkasnya. (*)

Penulis : Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Dirhanuddin

Leave a Reply

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    Ok No thanks