Esai Foto

Wanyi, Buah Kalimantan yang Dipanen 4 Tahun Sekali

 

Kemeriahan Imlek dengan Chinese Shanghai Night di Aston Samarinda
Kemeriahan Imlek dengan Chinese Shanghai Night di Aston Samarinda
Kemeriahan Imlek dengan Chinese Shanghai Night di Aston Samarinda
Kemeriahan Imlek dengan Chinese Shanghai Night di Aston Samarinda
Kemeriahan Imlek dengan Chinese Shanghai Night di Aston Samarinda
previous arrow
next arrow
previous arrownext arrow
Shadow
Slider

Akurasi.id – Warnanya hijau, daging buahnya berwarna putih. Sepintas mirip mangga, namun aromanya jauh lebih menyengat. Wanyi, begitu buah ini dikenal. Buah langka asli Kalimantan tersebut mungkin saat ini asing di telinga warga Bontang. Namun ternyata masih eksis.

Di tengah menjamurnya pedagang durian, Akurasi.id menemukan seorang pedagang wanyi. Sedang menjajakan dagangannya di pinggir Jalan Pupuk Raya, tepatnya di sekitar GOR Loktuan. Dijual seharga Rp 25 ribu per ikat. Satu ikat berisi tiga sampai empat biji wanyi dengan berat total 1 kilogram 2 ons per ikat.

Fitri, Pedagang Wanyi yang selalu rutin menjual buah yang banyak tumbuh di Hutan Kaltim ini mengakui, wanyi memang benar buah langka. Karena masa panennya saja butuh waktu bertahun-tahun. “Terakhir saya berjualan tahun 2015. Dulu panen dua tahun sekali. Sekarang bisa 4 tahun sekali,” bebernya.

Buah yang sempat tren di tahun 80-90an ini, sekarang memang sulit ditemukan. Menurut pedagang asal Guntung itu, Ia mengambil dagangannya dari daerah Tanjung Santan.

Karena sekarang sedang panennya yang bertepatan dengan panen durian. Peminatnya pun masih ada, terbukti dengan larisnya dagangan selama beberapa hari berjualan. “Dulu banyak di Guntung, tapi sekarang sudah jarang yang berbuah,” ungkapnya.

Berdasarkan penelusuran media ini dari berbagai sumber, wanyi termasuk salah satu buah langka dari sekira 25 buah langka yang tumbuh di Kalimantan. Namun wanyi terbanyak tumbuh di Kaltim.

Pohonnya lumayan besar dengan tinggi kurang lebih 12 meter. Berbuah 1 tahun sekali bahkan bisa sampai 4 tahun sekali. Yang perlu diwaspadai dari wanyi adalah getahnya. Karena jika terkena getahnya maka akan mengalami gatal-gatal. (Akurasi.id/Yusva Alam)

4.3/5 (4 Reviews)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar!

avatar
Back to top button
Close
Close