Hard News

Warga Ancam Bentrok Jika Tak Dilibatkan dalam Pembangunan BCM

Warga Ancam Bentrok Jika Tak Dilibatkan dalam Pembangunan BCM
Suasana sosialisasi pembangunan BCM di Bontang. Tahapan ini melibatkan warga di sekitar proyek itu. (Ayu/Akurasi.id)

Akurasi.id, Bontang – Pembangunan Bontang City Mall (BCM) akan segera direalisasikan. Terdapat konsultasi publik sebelum pengerjaan konstruksi. Dalam tahapan ini, warga di sekitar area BCM bakal dilibatkan.

Wilayah yang berdekatan dengan pembangunan mal ini adalah Kelurahan Tanjut Laut, Kecamatan Bontang Selatan, Bontang. Pemerintah dan manajemen BCM diminta melibatkan warga saat mal dibangun dan dioperasikan.

Hal ini diutarakan perwakilan pemuda Tanjung Laut, Haryadi. Dia meminta pimpinan BCM mengakomodir warga Tanjung Laut sebagai pekerja dalam pengerjaan mal tersebut.

“Kalau tenaga ahli tentu perlu yang spesifik. Tetapi kalau tenaga kontruksi, masyarakat Bontang skill-nya sudah bagus. Tidak ada yang tidak bisa dikerjakan tenaga lokal,” terang Haryadi saat acara konsultasi publik, Jumat (12/7/19).

Dia menyebut, jika perusahaan tidak melibatkan tenaga lokal, pihaknya memastikan bakal terjadi bentrokan. Sebaliknya apabila warga diakomodir, maka pemuda Tanjung Laut akan mengamankan pengerjaan proyek itu.

“Hal-hal seperti ini harus jadi perhatian perusahaan,” tegasnya.

Government Realition PT Anggaraksa Lokeswara, Supriyadi, mengatakan, dalam proses kontruksi dan pengoperasian mal, perusahaannya akan membuka lowongan kerja bagi warga Bontang.

Kontraktor yang mengerjakan pembangunan BCM pun akan diminta menyosialisasikan dan memberdayakan warga sekitar.

Saat tahap operasional, sejumlah penyewa besar  seperti Matahari Departement Store dan XXI bakal bergabung di BCM. Pihaknya akan meminta penyewa memberdayakan warga Bontang.

“Prinsip kami dengan kehadiran BCM ini tidak hanya mencari keuntungan. Tapi kami ingin menjadi bagian dari masyarakat Bontang,” ujarnya.

Menurut dia, ketika penyewa mengambil tenaga luar daerah, maka biaya yang dikeluarkan akan lebih tinggi. Pasalnya, tenaga kerja selain warga Bontang membutuhkan tempat tinggal dan operasional yang harus ditanggung penyewa.

“Nanti prosesnya diserahkan ke masing-masing tenant,” pungkasnya. (*)

Penulis: Ayu
Editor: Ufqil Mubin

5/5 (3 Reviews)

Tags

Tinggalkan Komentar!

avatar

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close