Hard NewsHukum

Warga Pagung Terancam Dikurung karena Burung

burung warga pagung
Tersangka RAS. (Polres Bontang)

Akurasi.id, Bontang – Gara-gara burung, seorang warga Pagung RT 4, Kelurahan Bontang Lestari, Bontang Selatan terancam dikurung dalam penjara. Bukan sembarang burung, jenis Cucak Hijau senilai Rp7,5 juta hasil curian dijual dengan harga jatuh, yakni Rp200 ribu.

baca juga: Hasil Persidangan Ungkap Kronologis Hilangnya Yusuf Balita Tanpa Kepala di Samarinda

Bukannya untung yang didapat remaja berinisial RAS (18) ini. Burung mahal dia jual jauh dari harga pasaran. Sialnya lagi, dia harus menikmati hukuman penjara 7 tahun.

Dilansir media Polres Bontang, kronologisnya burung Cucak Hijau milik Lilik Probo Handoko hilang, Senin (15/6/20). Burung kesayangan milik warga Jalan Mangga nomor 52 RT 25, Kelurahan Satimpo, Bontang Selatan ini lenyap tanpa jejak saat siempunya akan memberi makan dini hari tadi.

Merasa curiga, akhirnya korban melapor ke Polres Bontang. Berdasarkan keterangan yang dibeberkan korban, Tim Rajawali Polres Bontang berhasil mengamankan pelaku yang diduga mencuri burung milik Lilik. Pelaku diringkus di jalan dekat rumahnya di Bontang Lestari. Saat didatangi polisi, pelaku tidak melakukan perlawanan.

Saat diinterogasi polisi, laki-laki pengangguran ini mengakui perbuatannya mencuri burung di rumah korban. Saat ditanyai, barang bukti berupa burung Cucak Hijau colongannya itu telah dia jual di Pasar Rawa Indah. Bahkan burung itu dijual dengan harga melesat jatuh Rp200 ribu.

“Korban mengalami kerugian Rp7,5 juta. Tetapi pelaku menjual ke pasar dengan harga Rp200 ribu saja,” beber Kapolres Bontang AKBP Boyke Karel Wattimena melalui Kasat Reskrim AKP Mahfud.

Rupanya, pelaku RAS mengatakan pertama kalinya dia melakukan pencurian. Dia pun mengaku bersalah dan menyesali perbuatan tercelanya tersebut.

Saat ini pelaku dan barang bukti diamankan di Polres Bontang guna menjalani proses hukum. Terhadap pelaku, penyidik kepolisian menjeratnya dengan Pasal 363 KUHPidana tentang pencurian pemberatan.

“Barang bukti burung Cucak Hijau sudah kami amankan. Pelaku terancam hukuman selama 7 tahun penjara,” pungkasnya.

 Burung Cucak Hijau Dilindungi

Burung Cucak Hijau(Net)

Untuk diketahui, burung Cucak Hijau atau Cucak Ijo adalah burung Cica-daun Besar atau Greater Green Leafbird (Chloropsis sonnerati). Nama burung asli Indonesia ini Cica-daun Besar. Namun kalangan pencinta burung menyebutnya Cucak Ijo, Cucak Hijau, atau Murai Daun. Meskipun kerap disebut ‘cucak’, Cucak Hijau bukanlah keluarga merbah atau cucak-cucakan dan tidak satu suku dengan Cucak Rowo.

Berukuran sedang, burung Cica-daun Besar atau Cucak Ijo memiliki panjang tubuh sekitar 22 cm. Bulu tubuhnya, sesuai namanya, didominasi warna hijau terang (hijau daun). Bagian tenggorokan berwana hijau pada burung jantan dan kuning pada betina. Memiliki setrip malar biru berkilau yang terdapat di sisi dagunya dan bintik kebiruan pada bahu. Iris berwana coklat gelap, sedangkan paruh dan kaki berwarna abu-abu kebiruan.

iklan-mahyunadi-MAJU-KUTIM-JAYA

Disebut, Cucak Ijo merupakan hewan langka yang dilindungi. Dilansir Kumparan, per tahun 2020, Burung Cucak Ijo menjadi satwa yang dilindungi, namun aktivitas jual beli Burung Cucak Ijo masih dilakukan. Hal tersebut dikarenakan kurangnya sosialisasi dari pemerintah. Maka dari itu, per tahun 2020, memelihara jenis satwa Cucak Ijo wajib memiliki surat izin resmi yang dikeluarkan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). (*)

Penulis/Editor: Suci Surya Dewi

Tags

Leave a Reply

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close