HeadlinePolitik

Warna-Warni Anggota DPRD Kaltim Menatap 5 Tahun Pengabdian

Syafruddin, Nasiruddin, Mahyunadi, Ismail, dan Sarkowi (Yusuf Arafah/Akurasi.id)

Akurasi.id, Samarinda – Sumpah dan janji jabatan sebagai wakil rakyat telah diikrarkan 55 anggota DPRD Kaltim, Senin (2/9/19) lalu. Kini mereka menatap banyak mimpi yang ingin digapai seiring ratifikasi yang telah terlafaskan. Ada banyak warna-warni aspirasi masyarakat yang bakal mereka perjuangkan selama 5 tahun ke depan.

Baik wajah lama maupun baru, hampir senada mengusung semangat pembangunan, yakni mendorong upaya percepatan dan pemerataan akses infrastruktur di daerah pemilihan (dapil) yang mereka miliki. Itu juga yang banyak menjadi iktikad saat menitik langkah sebagai calon wakil rakyat.

Anggota DPRD Kaltim Syafruddin misalnya, ingin memperjuangkan agar Balikpapan segera keluar dari persoalan krisis air bersih. Di antaranya dengan mendorong percepatan pembangunan Waduk Sungai Wain dan pengoperasian Waduk Teritip.

Apabila kedua waduk itu bisa dibangun dan dioperasikan, politisi Partai PKB itu meyakini, krisis air bersih di Kota Minyak –sebutan Balikpapan- bakal bisa dituntaskan. “Selama ini memang distribusi air bersih oleh PDAM masih menjadi persoalan,” kata dia kepada Akurasi.id.

Selain itu, Syafruddin juga ingin mendorong pengentasan masalah banjir. Program itu akan menjadi salah satu prioritas yang ingin dia perjuangan di Karang Paci –sebutan DPRD Kaltim. Walau memang saat ini, banjir di Kota Minyak belum begitu besar, tetapi sudah mesti diwaspadai sejak dini.

“Memang sih, banjir di Kota  Balikpapan masih tidak terlalu besar, tetapi ini sudah mulai memunculkan riak-riak banjir, sumbunya itu ada di Sungai Klandasan dan Sungai Sepinggan,” sebut pria yang karib disapa Udin ini.

Jika Syafruddin ingin memperjuangkan keterpenuhan air bersih, maka berbeda halnya dengan anggota DPRD Kaltim M Nasiruddin. Politisi Partai PAN yang merintis karir dari seorang jurnalis ini, menginginkan kualitas serta mutu pendidikan dan kesehatan di dapil Bontang, Kutim, dan Berau yang dia wakili bisa lebih baik lagi ke depannya.

Menurut dia, diakui atau tidak, kualitas pendidikan dan kesehatan di daerah pelosok seperti di Kutim dan Berau masih banyak yang dibawa standar. Begitu juga dengan ketersediaan infrastruktur jalan memadai, dapat dikatakan masih jauh dari kata layak.

“Sesuai janji pada masa kampanye, itu yang jadi prioritas untuk saya perjuangkan. Kalau mau dibilang klasik, ya persoalan (pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur) klasik. Memang dari tahun ke tahun selalu seperti itu. Dari 18 18 kecamatan di Kutim, masih banyak daerah belum tersentuh pembangunan,” tuturnya.

Sementara itu, wakil rakyat yang sudah tiga periode duduk sebagai anggota DPRD Kaltim, Ismail, pun memiliki mimpi sendiri untuk masyarakat yang dia wakili. Politikus Partai NasDem ini berkeinginan, persoalan pertanian di Kutim dan Berau, bisa mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah.

Dia menyadari benar, amanat yang dia dapatkan selama 10 tahun terakhir tidak lepas dari suara para petani. Sehingga sewajarnya jika dia selalu konsisten memperjuangkan kesejahteraan petani di dapil Bontang, Kutim, dan Berau .

“Saya berasal dari dapil yang kebanyakan petani. Kalau disuruh memilih, garis konsentrasi yang akan saya perjuangan yakni di pertanian. Saya ingin membenahi lagi sarana dan prasarana pertanian. Mulai dari bibit, pupuk, pengairan, dan dukungan mesin pertanian,” cakapnya.

Kukar Butuh Perhatian Lebih

Wajah lama yang juga kembali duduk di Karang Paci, Sarkowi V Zahry, pun masih memiliki segudang mimpi yang ingin dia perjuangkan untuk Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yang dia wakili. Mendorong pemerataan infrastruktur adalah salah satu yang masih ngotot diperjuangkan pria yang juga mengawali karir dari kuli tinta –sebutan wartawan- tersebut.

Sarkowi berujar, sudah menjadi rahasia umum jika infrastruktur jalan di Kukar masih jauh dari kata mustahak. Banyak jalan kecamatan dan desa di Kota Raja –sebutan Kukar- yang rusak. Sebagian besar di antaranya bahkan masih jalan tanah.

Selain itu, beberapa di antara daerah di Kukar, utamanya yang berada di daerah pelosok, yang belum terjangkau pembangunan. Hal itu senada dengan masih banyaknya masyarakat Kukar yang berada di bawah garis kemiskinan. Perhatian khusus dari Pemerintah Kaltim sangat diharapkan politikus Partai Golkar tersebut.

“Lingkungan di Kukar juga banyak yang rusak. Infrastruktur di 18 kecamatan di Kukar masih cukup memprihatinkan. Masyarakat masih banyak yang miskin. Saya ingin masyarakat di pelosok desa bisa mendapatkan pendidikan yang layak,” tuturnya.

Masuknya Kukar sebagai bagian dari wilayah pembangunan ibu kota negara (IKN), sambung dia, juga menjadi pekerjaan rumah tersendiri yang mesti mulai dipikirkan Pemerintah Kukar. Peluang itu mesti bisa membuat Kukar mendapatkan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan Kukar.

“Bantuan keuangan dari provinsi ke Kukar tentu sangat kami harapkan bisa lebih besar lagi. Sehingga akan ada sinergi pembangunan dan anggaran, baik yang bersumber dari APBD Kukar, Pemerintah Kaltim, dan APBN,” katanya.

Kutim dan Berau Mesti Berpacu dalam Pembangunan

Mimpi serupa juga diusung anggota DPRD Kaltim Mahyunadi. Wakil ketua DPD Partai Golkar Kaltim ini ingin, dapil Bontang, Kutim, dan Berau yang dia wakili, ke depannya dapat berpacu dengan daerah lainnya yang sudah lebih duluan maju di Kaltim, seperti Balikpapan dan Samarinda.

Mantan ketua DPRD Kutim ini menilai, masih banyak pekerjaan pembangunan yang harus didorong di daerah yang dia wakili agar mampu bersanding dengan daerah lainnya, utamanya di bidang infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu cara untuk memuluskan itu yakni dengan menahkodai unsur pimpinan di DPRD Kaltim. Menurut dia, jika dia diamanatkan sebagai ketua DPRD Kaltim, maka dia yakin bisa membawa daerah yang dia wakil bisa lebih maju. Begitu juga dengan daerah lainnya di Kaltim.

“Karena itu yang sudah menjadi amanah masyarakat Kutim, saya harus tetap berusaha melobi DPP Golkar agar bisa mendapatkan ketua DPRD Kaltim. Insyaallah (komunikasi politik) akan tetap ada. Pada prinsipnya, saya ingin Golkar yang akan datang bisa lebih berjaya lagi,” tandasnya. (*)

Penulis/Editor: Yusuf Arafah

5/5 (3 Reviews)
Tags

Tinggalkan Komentar!

avatar

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close