By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Ragam > Catatan > Penyelesaian Banjir di Samarinda, Tugas Kita Bersama
Catatan

Penyelesaian Banjir di Samarinda, Tugas Kita Bersama

akurasi 2019
Last updated: Juni 14, 2019 8:43 am
By
akurasi 2019
Share
6 Min Read
Penyelesaian Banjir di Samarinda, Tugas Kita Bersama
SHARE

Penyelesaian Banjir di Samarinda, Tugas Kita Bersama

Ditulis Oleh: H. Irwan, S.IP.,MP

12 Juni 2019

Samarinda secara letak Daerah Aliran Sungai (DAS) berada di DAS Hilir Mahakam. Lebih tepatnya lagi terletak di wilayah Sub DAS Karang Mumus. Sungai Karang Mumus merupakan sungai utama yang membelah Samarinda. Di samping ratusan sungai kecil lainnya.

DAS adalah suatu wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak-anak sungainya, yang berfungsi menampung, menyimpan, dan mengalirkan air yang berasal dari curah hujan ke danau atau ke laut secara alami, yang batas di darat merupakan pemisah topografis dan batas di laut sampai dengan daerah perairan yang masih terpengaruh aktivitas daratan (Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2012 tentang Pengelolaan DAS).

Sedangkan Sub DAS adalah bagian dari DAS yang menerima air hujan dan mengalirkannya melalui anak sungai ke sungai utama. Setiap DAS terbagi ke dalam Sub DAS. Sub DAS adalah wilayah kesatuan ekosistem yang terbentuk secara alamiah. Air hujan meresap atau mengalir melalui cabang aliran sungai yang membentuk bagian wilayah DAS.

Penyelesaian Banjir di Samarinda, Tugas Kita Bersama
Peta SUB DAS Sungai Karang Mumus (Istimewa)

Secara spasial dan non spasial, kemampuan DAS dapat dianalisa dan dipetakan. Mengapa harus dianalisis dan dipetakan? Karena pembangunan sebuah kota atau perencanaan tata ruang wilayah harus dimulai dari analisis kemampuan dan kesesuaian DAS-nya. Jika tidak, maka siap-siap saja berhadapan dengan berbagai gejolak alam seperti banjir, longsor, erosi, gagal panen, dan lain-lain.

Penyebab utama banjir di Samarinda saat ini di samping karena curah hujan yang tinggi juga karena adanya pemanfaatan ruang pada Sub DAS Karang Mumus yang tidak sesuai dengan kesesuaian lahan. Sehingga daerah resapan airnya berkurang. Ada sejumlah konversi lahan seperti daerah resapan air, embung, dan rawa-rawa menjadi perumahan dan beberapa lahan rendah ditimbun untuk kavelingan.

Dengan berubahnya fungsi daerah resapan air di Samarinda, maka di saat musim penghujan dengan curah hujan tinggi seperti ini, maka hujan yang jatuh di permukaan tanah yang sudah berubah jadi keras, semenisasi, ataupun tanah timbunan itu sebagian besar menjadi aliran air permukaan (run off) dan justru menjadi sumber air baru yang berlebih bagi debit air di Sungai Karang Mumus.

Berdasarkan data Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografi, morfologi Sub DAS Karang Mumus dapat dianalisa dan dipetakan baik bentuk DAS maupun kerapatan alirannya. Sub DAS Karang Mumus ini termasuk luas sehingga run off-nya semakin membesar. Kemudian jaringan sungai di Samarinda juga sangat rapat. Dengan kerapatan aliran yang sangat tinggi. Akibatnya, sampai kapan pun Samarinda akan potensial mengalami banjir.

Di samping itu, banjir di Samarinda juga diperparah aktivitas konversi lahan di hulu Sub DAS Karang Mumus berupa pertambangan dan perkebunan. Wilayah Samarinda sangat dipengaruhi gaya pasang surut air laut. Pada saat pasang tertinggi, dapat menghambat mekanisme aliran air dari Sungai Karang Mumus menuju Sungai Mahakam. Inilah mengapa sering kali pada banjir besar seperti ini, genangan berlebih bisa berlangsung dalam waktu lama.

Solusi Jangka Panjang

Berbicara tentang solusi jangka panjang, mestinya kita segera kembali mengubah dan merevisi pola ruang dan struktur ruang Samarinda dengan memperhatikan kemampuan Sub DAS Karang Mumus. Lebih mengedepankan zona-zona perlindungan sempadan sungai, rawa-rawa dalam, embung air, serta moratorium tambang di Samarinda. Konkretnya, ke depan harus ada revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Samarinda.

Selain itu, politik anggaran mestinya berpihak pada penyelesaian masalah banjir. Jangan sampai kejadian yang bertahun-tahun ini tak kunjung diselesaikan. Apalagi kondisinya kian memburuk. Seyogyanya penyediaan dan suntikan anggaran dari pemerintah kota (pemkot), pemerintah provinsi (pemprov), dan pemerintah pusat, lebih berpihak, fokus pada pencegahan dan penuntasan masalah banjir ini.

Pemerintah di tingkat kota, provinsi, dan terutama pemerintah pusat selayaknya memberikan anggaran besar untuk penanganan banjir di Samarinda. Dengan begitu, upaya-upaya normalisasi sungai, drainase, embung dan waduk bisa segera terwujud. Anggaran ini sangat penting sebagai solusi penanganan banjir. Jangan sampai terlalu lama dikaji dan dipertimbangkan oleh pemerintah. Karena di sinilah “alat” penyelesaian masalah banjir di Samarinda.

Bukan Hanya Tugas Pemkot

Penyelesaian Banjir di Samarinda, Tugas Kita Bersama

Saya pikir masalah banjir ini tidak bisa lagi diselesaikan oleh Pemkot Samarinda. Sangat mustahil jika problem ini diserahkan sepenuhnya pada pemerintah di tingkat kota. Gubernur Kaltim harus mengambil alih penanganan banjir di Samarinda dengan tetap melibatkan Pemkot Samarinda sebagai pemangku wilayah. Karena Samarinda adalah Ibu Kota Provinsi Kaltim.

Kita jangan terbiasa bangga dengan aksi penanganan saat banjir dan pasca banjir. Yang benar justru kita seharusnya merumuskan strategi mengurangi dan menghentikan banjir. Hal-hal teknis seperti normalisasi sungai, pembuatan waduk, penertiban perumahan, dan alih fungai lahan, sejatinya sudah kita ketahui bersama. Tak ada lagi perdebatan terkait masalah teknis tersebut.

Menghadapi kondisi seperti ini, baik wali kota, gubernur, maupun pemerintah pusat, harus benar-benar fokus menyelesaikan masalah banjir di Samarinda. Mengingat Samarinda merupakan Pusat Kegiatan Nasional dalam Tata Ruang Nasional, maka penggunaan anggaran APBN tentunya bukan masalah.

Jika revisi RTRW Samarinda telah dilakukan dan politik anggaran yang berpihak pada pencegahan banjir sudah diupayakan secara maksimal, saya yakin masalah ini akan segera tertangani.

Dalam jangka pendek, mungkin kita tidak sepenuhnya mampu menghentikan banjir di Samarinda. Tetapi akan ada pengurangan signifikan atas banjir yang terus berulang ini apabila kita bekerja sama menyelesaikannya. (*)

Editor: Ufqil Mubin

Sekilas: Penulis adalah politisi Partai Demokrat, calon anggota DPR RI terpilih di Pemilu 2019, dan juga tergabung dalam Analisis Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis.

TAGGED:#SamarindaCalapcatatanIrwan
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Lubang Tambang di Wilayah Ibu Kota Negara Memakan Korban Jiwa
Catatan

Korban Lubang Tambang Terus Bertambah, Apakah Isran Masih Layak Menahkodai Kaltim?

By
akurasi 2019
Visi Politik Keummatan dan Kebangsaan
Catatan

Visi Politik Keummatan dan Kebangsaan

By
akurasi 2019
Pabrik Semen Kutai Timur Berjalan, Apa yang Warga Dapat?
Catatan

Pabrik Semen Kutai Timur Berjalan, Apa yang Warga Dapat?

By
Devi Nila Sari
Menakar Keinginan Irwan Bawa Partai Demokrat 3 Besar di Kaltim, Bidik Suara Partai Capai 20 Persen
Infografis

Menakar Keinginan Irwan Bawa Partai Demokrat 3 Besar di Kaltim

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?